EKSPOSKALTIM, Bontang - Kepolisian Resort (Polres) Bontang menyayangkan peristiwa kecelakaan yang terjadi beberapa hari lalu, hingga menewaskan satu pasangan suami istri (Pasutri) dan seorang anaknya.
Kapolres Bontang, AKBP Andy Ervyn melalui Kasat Lantas, AKP Irawan Setyono mengatakan sejauh ini pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menekan dan meminimalisir kecelakaan lalu lintas (lakalantas).
Terobosan berupa himbauan baik lisan maupun tertulis, dan menyambangi sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman cara berkendara dijalan dengan baik dan benar, telah Satlantas Bontang lakukan demi menekan angka lakalantas di Kota Taman ini.
Kendati demikian, kecelakaan yang menewaskan pasutri dan anaknya itu menjadi cambuk bagi Satlantas Polres Bontang untuk lebih berbuat lagi agar hal serupa tidak terulang kembali.
Dari pantauan Eksposkaltim pada hari Rabu (27/7) sore tadi, sekira pukul 15.15 wita, Personil Satlantas Polres Bontang turun kejalan menyebar puluhan rambu-rambu lalu lintas, dan tanda bahaya disejumlah titik rawan kecelakaan yang ada di 3 kecamatan Kota Bontang.
“Hari ini kita pasang puluhan rambu lalin dan rambu tanda bahaya disejumlah titik yang rawan kecelakaan. Hari ini kita mulai dari tugu selamat datang menuju kota Bontang, termasuk di lokasi kejadian laka kemarin yang menewaskan pasutri dan anaknya,” kata Irawan
Irawan berharap, masyarakat turut serta dalam melaksanakan setiap kegiatan Polantas demi kepentingan masyarakat itu sendiri. Terlebih, pihak dinas pemerintah terkait agar tanggap dalam membantu pelaksanaan pemasangan rambu lalin dan tanda bahaya ini, guna lebih meminimalisir angka kecelakaan dan tertibnya berlalu lintas.
“Kami juga berharap peran aktif pemerintah, dinas terkait untuk sama-sama berperan aktif dalam pelaksanaan ini agar berjalan sesuai harapan. Saya pun telah melayangkan surat pemberitahuan, akan tetapi hingga saat ini saya belum mendapat konfirmasi lebih lanjut terkait surat tersebut,” pungkasnya.(*)

