EKSPOSKALTIM, Samarinda - Pemerintah provinsi Kalimantan Timur menguatkan peran 841 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Inisiatif ini diwujudkan melalui kolaborasi erat dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertujuan meningkatkan ketersediaan bahan pangan bergizi bagi masyarakat lokal.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyampaikan hal tersebut saat acara di Samarinda, Sabtu, usai menghadiri sosialisasi yang diadakan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) serta Kementerian Pertanian di Rumah Jabatan Wakil Gubernur.
Seno menekankan betapa pentingnya peran aktif BUMDes dalam mendukung program MBG, khususnya dalam penyediaan bahan pangan berkualitas.
“Kita telah menginstruksikan agar BUMDes lebih proaktif. Bersama SPPG, mereka telah berdiskusi mengenai kebutuhan suplai yang diperlukan,” ujarnya, dikutip dari Antara.
Mendorong sektor pertanian agar semakin maju, Pemprov Kaltim juga berencana memberikan bantuan kepada BUMDes apabila anggaran memungkinkan.
Seno Aji berharap dengan peningkatan produksi beras lokal dan kemajuan di sektor pertanian, kesejahteraan petani dapat terwujud dan kemandirian pangan dari tingkat desa semakin terjamin.
“Harapan kita adalah mencapai kemandirian pangan di tingkat desa, terutama dalam hal beras,” tambahnya.
Menurutnya, peningkatan produksi pangan di Kaltim nantinya juga dapat membantu menekan angka inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga bahan pangan.
Sebelumnya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian untuk membahas pelaksanaan Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B).
Program ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan rumah warga sebagai sumber pangan keluarga dan mendukung keberhasilan program MBG.
Salah satu poin penting dalam program P2B adalah pemanfaatan 20 persen dana desa untuk pengelolaan pekarangan produktif. Inisiatif ini tidak hanya menyediakan makanan bergizi gratis bagi masyarakat desa, tetapi juga memastikan penggunaan dana desa secara efektif untuk mendukung pertanian berbasis pekarangan.
Melalui program ini, setiap keluarga di Kaltim diharapkan dapat mengoptimalkan lahan pekarangan rumahnya untuk menanam berbagai tanaman pangan, sehingga menjadi solusi dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga dengan sumber pangan yang berkualitas.

