EKSPOSKALTIM, Bontang- Sepertinya gerakan mahasiswa di Kota Bontang saat ini mulai meredup. Suara-suara kritis mahasiswa sudah jarang terdengar ditengah persoalan bangsa semakin besar. Entah itu Dibidang politik dan hukum, bidang ekonomi dan bahkan dibidang pendidikan, kebudayaan, dan segala aspek kehidupan berbangsa yang ditandai dengan segudang persoalan. Lantas, dimana peran mahasiswa yang katanya sebagai Agent Of Change dan Agent Of Social Control?
Menanggapi hal tersebut, Rina Megawati Harsono, salah satu Mantan Aktifis asal Makassar, Sulawesi Selatan, mengatakan kondisi mahasiswa di Kota Bontang yang kurang kritis terhadap kebijakan pemerintah, tak boleh dibiarkan berlarut-larut. Seyogyanya mahasiswa di kota taman ini juga mampu mengawal pemerintah dalam menerapkan kebijakan-kebijakan.
"Memang saya melihat mahasiswa sekarang ini khususnya di Kota Bontang, kurang kritis terhadap pemerintah, karena mahasiswa yang ada di Kota Bontang sekitar 30 persen saja mahasiswa murni, selebihnya merupakan mahasiswa yang sudah bekerja, sehingga mahasiswa datang ke kampus hanya sebagai tempat ngumpul dan nongkrong saja," kata Rina kepada Eksposkaltim, saat ditemui dikediamannya, Jalan Pelabuhan, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, Kamis (16/6/2016).
Rina mengaku belum pernah melihat pergerakan mahasiswa Bontang, yang turun langsung kelapangan untuk menuntut hak rakyat kepada pemerintah. Hal ini disebabkan, mahasiswa di Kota Bontang tidak memiliki keberanian, untuk melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh para mahasiswa sesuai dengan fungsinya.
"Mahasiswa yang ada sekarang ini, tidak sadar dengan tanggung jawab dan fungsinya sebagai mahasiswa, mereka hanya menganggap seorang mahasiswa tersebut merupakan orang terpelajar dan berpendidikan saja. Pemikiran tersebut saya kira tidak benar, karena mahasiswa yang sebenarnya, mampu memperjuangkan hak-hak masyarakat dan mampu melawan pemerintah atas langkah yang diambil tidak benar atau merugikan masyarakat," pungkasnya.
Rina berharap, dan mengajak kepada seluruh mahasiswa khususnya di Kota Bontang, untuk kembali melakukan rutinitas sebagai seorang mahasiswa. Karena kata Rina, rutinitas sebagai seorang mahasiswa juga sudah mulai punah dan tidak ada lagi. Namun Rina tetap optimis, Mahasiswa di Kota Bontang nantinya bisa kembali kritis terhadap pemerintah melalui diskusi, membuat suatu kelompok belajar, serta membentuk suatu wadah untuk dijadikan tempat mahasiswa belajar di luar dari kampus.
"Saya akan selalu mengajak mahasiswa yang ada di Kota Bontang, untuk membuat diskusi-diskusi kecil atau tempat belajar diluar dari kampus, yaitu melalui Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Karena budaya-budaya diskusi sudah hilang, untuk itu saya pastikan bisa kembali membantu para mahasiswa untuk menjadikan dirinya sebagai mahasiswa yang sebenarnya, karena saya sudah pernah mengalami dan ini adalah tanggung jawab saya," tutupnya.

