EKSPOSKALTIM, Bontang - Bontang merupakan daerah¬ pesisir. Sebagian warganya hidup di tengah laut. Seperti di Kampung Melahing, Kedindingan, Tihi-tihi, dan Gusung. Warga memilih bermukim di daerah tersebut karena mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan.
Kondisi itu membuat layanan kesehatan kesuiltan menjangkau daerah tersebut. Hal itu disampaikan oleh Kabid Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (DKKB) Bontang, Bahtiar Mabe.
Baca Juga: Gelar Sintuk Golf Bontang, Rangkaian HUT PKT Selesai
Dia mengaku, sering menemui kendala ketika pihak medis berkunjung ke daerah tersebut. Sebab, untuk bisa sampai di daerah itu, pihak medis harus menunggu kemurahan alam.
“Akses ke sana kan hanya bisa dilalui menggunakan kapal. Kalau cuaca buruk, kapal enggak bisa melaut, otomatis kami enggak bisa kesana,” katanya kepada media ini saat ditemui di kantornya, beberapa waktu lalu.
Bahtiar bercerita, pernah suatu hari pihaknya hendak mengantar obat-obatan ke Kampung Tihi-tihi. Namun, karena dihadang ombak besar dan cuaca ekstrem, obat-obatan pun batal dikirim. “Ya, mau gimana lagi, dari pada membahayakan pengantarnya,” urainya.
Baca Juga: Meminimalisir Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Dinsos-P3M Giatkan Sosialisai
Meski begitu, tambah Bahtiar, pihaknya akan terus berupaya untuk memberi pelayanan kesehatan yang terbaik buat warga di Bontang. Khususnya untuk warga yang tinggal di daerah-daerah sulit dijangkau.
“Stok obat-obatan kami pastikan aman. Tenaga medis juga siap-sedia. Jadi kalau ada apa-apa, meski sulit dijangkau, kami sudah siap,” pungkasnya. (adv)
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: Cycling Tour Semarakkan Erau Pelas Benua Kota Bontang
ekspos tv
VIDEO: Diskominfotik Bontang Dapat Kunjungan dari Komisi Informasi Kaltim
ekspos tv
VIDEO: Pembukaan Pesta Laut Bontang Kuala 2017
ekspos tv

