EKSPOSKALTIM.COM, Bontang – Rombongan Komisi III DPRD Bontang mengunjungi KM Kapal Binaiya di Pelabuhan Loktuan pada Selasa (26/7/2022) kemarin. Dari kunjungan itu, mereka mendapatkan keluhan dari Kapten Kapal tersebut untuk meminta Pemerintah Kota (Pemkot ) Bontang melakukan pengerukan di sekitar area pelabuhan.
Mengingat KM Binaiya milik PT Pelayaran Indonesia (Pelni) memiliki panjang 99,80 meter dengan lebar 18 meter dan tinggi 35 meter.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Bontang Basri Rase mengaku pihaknya terus berupaya untuk melakukan yang terbaik untuk pelabuhan tersebut. Termasuk hal pengerukan. Bahkan kata dia, banyak potensi pengembangan yang bisa dikelola.
“Untuk pengerukan memerlukan biaya besar. Sehingga PLBB maupun Perusda serta Dinas Perhubungan untuk mencari infomasi di Pusat untuk membantu. Karna kalau lewat APBD tidak cukup,” ucapnya saat di temui di Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Rabu (27/7/2022).
Politisi PKB itu menyebut pihaknya akan terus mencari solusi terkait pengembangan pelabuhan. Mengingat sejak pelabuhan itu beroperasi belum ada pengerukan.
“Kita akan lobi pemerintah pusat terkait itu. Apalagi izinnya juga harus dari sana,” sebutnya. (adv)

