PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

KISAH KAKEK PARAMALLI MENGAIS PENGHIDUPAN DARI GEROBAK BESI

Home Berita Kisah Kakek Paramalli Men ...

KISAH KAKEK PARAMALLI MENGAIS PENGHIDUPAN DARI GEROBAK BESI
Kakek Paramalli semangat menarik grobak yang berisikan muatan penumpang kapal yang menggunakan jasanya. (Eksposkaltim/Arsyad)

EKSPOSKALTIM, Bontang - Mengais rejeki tak harus selalu memandang pekerjaan yang mudah untuk dikerjakan. Ada kalanya, seseorang harus melakukan pekerjaan berat, meski pekerjaan itu terasa sulit dikerjakan oleh orang yang lanjut usia.

Siang itu, ditengah kepadatan penumpang yang membanjiri pelabuhan, terlihat seorang kakek tua nampak semangat mengais rezeki, dengan menarik sebuah gerobak yang berisikan barang penumpang yang mempergunakan jasanya.

Paramalli, begitulah nama kakek tua berumur 75 tahun ini dipanggil. Walau usianya tak muda lagi, ditengah kondisi tubuh yang cekin dan termakan usia, namun itu tak menghalanginya untuk melakoni pekerjaan sebagai buruh bongkar muat atau Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di pelabuhan Loktuan.

"Sejak ada kapal besar masuk di sini tahun 2015 lalu, saya sudah mulai ikut jadi TKBM kapal, masih mampu aja saya kalau angkat-angkat barang sampai 50 kilo gram," celetuknya, sembari menurunkan barang penumpang kapal yang di angkutnya. Sabtu (2/7/2016).

Dengan menjadi seorang TKBM, kakek tua ini mengaku mampu mendapat penghasilan Rp 150 ribu hingga Rp  200 ribu, dari hasil keringatnya mengangkut barang penumpang dengan menggunakan gerobak yang terbuat dari besi.

"Kapalnya tidak setiap hari ada yang berangkat, kalau ada kapal yang mau berangkat saya langsung kepelabuhan angkat barang penumpang yang ingin menggunakan jasa pengangkut. Sekali angkut itu bayarannya 50 ribu. Biasanya, tiga hingga empat kali saja mengangkut. Karena bukan cuman saya yang mengangkut, tapi banyak juga orang lain," tuturnya.

Selain melakoni pekerjaan TKBM ini, kakek yang memiliki istri dan dua anak ini juga bekerja sebagai seorang nelayan. Ia harus melakoni dua profesi yang terbilang sulit diusianya yang sekarang ini, hanya demi tuk menafkahi keluarganya sehari-hari.

"Kalau biaya keluarga, saya yang tanggung untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau lagi bagus cuacanya, saya juga sering ke laut untuk tangkap ikan, lumayan buat tambah-tambah penghasilan," pungkasnya


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :