PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Keracunan MBG di Banjar Tembus 130 Anak, Dandim: Program Jalan Terus

Home Berita Keracunan Mbg Di Banjar T ...

Keracunan MBG di Banjar Tembus 130 Anak, Dandim: Program Jalan Terus
Jumlah korban keracunan usai menyantap MBG di Kabupaten Banjar, Kalimantan bertambah lagi per Jumat malam (10/10). Foto: Istimewa

Martapura, EKSPOSKALTIM – Jumlah korban keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, terus bertambah. Hingga Jumat (10/10) total korban mencapai 130 orang.

Kasus ini membuat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tungkaran, dapur penyuplai MBG, ditutup sementara mulai hari ini. “Total seluruhnya ada 130 korban,” ujar Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Golkar Pangarso saat menjenguk pasien di IGD RS Ratu Zalecha Martapura.

Sebagian besar korban sudah diperbolehkan pulang, namun sekitar 10 siswa masih dirawat intensif di rumah sakit. Beberapa lainnya dirawat di fasilitas kesehatan lain di sekitar Martapura.

SPPG Ditutup

Komandan Kodim 1006 Banjar, Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya, mengatakan penutupan sementara SPPG Tungkaran akan berlangsung selama 14 hari. Langkah ini diambil setelah TNI bersama BPOM dan Dinas Kesehatan mengambil sampel makanan dari dapur tersebut.

“Sesuai kesepakatan, mulai hari ini kita hentikan dulu. Kita tutup sementara,” ujar Letkol Bambang.

Ia menegaskan investigasi menyeluruh sedang dilakukan. Hasilnya akan diserahkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang berwenang mengesahkan operasional SPPG.

“Sanksi pasti ada, tapi bentuknya akan mengikuti aturan. Keputusan apakah SPPG bisa beroperasi lagi nanti ditentukan oleh BGN,” jelasnya.

Meski terjadi kejadian luar biasa (KLB) ini, Dandim memastikan program MBG tetap berjalan.

“Setiap masalah jadi bahan evaluasi agar program MBG makin baik,” katanya.

Untuk sekolah yang terdampak penutupan dapur Tungkaran, BGN akan mengatur pasokan silang dari dapur lain di sekitar Martapura.

“Tidak hanya satu dapur yang ada di wilayah ini. Nantinya akan ada dukungan silang dari dapur terdekat untuk memenuhi kebutuhan sekolah penerima manfaat,” tambah Bambang.

Biang Keracunan

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. H Nooripansyah, mengungkap hasil uji laboratorium sementara menunjukkan indikasi positif nitrat pada nasi kuning dan sayur yang disajikan dalam program MBG.

“Hasil awal menunjukkan nasi kuning dan sayur positif mengandung nitrat. Sementara ayam belum terbaca,” ujarnya.

Kandungan nitrat dalam makanan bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti sakit perut dan mual. Temuan ini, kata Nooripansyah, masih bersifat awal dan akan ditindaklanjuti bersama Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel.

Tim dari provinsi juga turun langsung memeriksa dapur SPPG di beberapa lokasi untuk memastikan makanan yang disajikan tetap aman dan higienis.

“Kami terus melakukan pemeriksaan lanjutan agar penyebab pasti keracunan diketahui dan kejadian serupa tidak terulang,” tegas Nooripansyah.

Sebelumnya, pada Kamis (9/10) sore, puluhan siswa dari beberapa sekolah seperti MI, MTs, dan SMA IT Assalam Pesayangan, serta dua sekolah di Desa Tungkaran, mengalami gejala mual, muntah, dan lemas setelah menyantap menu MBG.

“Awalnya ada 63 orang yang dilarikan ke RS Ratu Zalecha sekitar pukul 19.30 WITA. Jumlah itu kemudian bertambah karena korban lain dibawa ke rumah sakit lain,” kata Letkol Bambang.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :