EKSPOSKALTIM, Bontang- Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Disperindagkop) Bontang Mursyid menganggap kenaikan harga yang terjadi di pasar tradisional belakangan waktu ini masih tergolong wajar.
Hal ini dikarenakan siklus tahunan di mana setiap perayaan hari besar selalu mengalami kenaikan. Untuk mengantisipasi lonjakan harga semakin tinggi, ucap Mursyid, pihaknya akan terus melakukan inspeksi dadakan (sidak). Sejauh ini terhitung sudah sebanyak tiga kali jajarannya turun ke pasar-pasar tradisional maupun pasar swalayan untuk melakukan pengecekan harga bahan pokok.
"Ada potensi naik tapi akan turun setelah hari raya Idulfitri. Hal ini seperti merupakan fenomena pasar tumpah karena menjelang hari besar, akan tetapi tidak lama akan turun kembali," imbuhnya.
Diwartakan sebelumnya, menjelang Idulfitri, sejumlah harga kebutuhan pokok perlahan merangkak naik. Seperti yang terjadi di dua pasar tradisional di Rawa Indah dan Telihan.
Di Telihan, pada akhir pekan kedua Ramadan, harga bawang merah naik hampir dua kali lipat menjadi Rp 34 ribu per kilogram. Semula, harga bawang merah di sana hanya berkisar Rp 20 ribu. Kini sudah meroket dua kali lipat.
"Naiknya karena pasokan dari pengepul berkurang. Infonya bawang merah yang kami ambil dari Sulawesi, di sana baru-baru ini terkena musibah banjir bandang," kata Johansyah (43), salah seorang pedagang sayur-mayur di Telihan, Sabtu (18/6) siang.
Serupa, hal ini terjadi di Pasar Rawa Indah Jalan KS Tubun Kelurahan Tanjung Laut Indah, Bontang Selatan, harga bawang merah lebih dulu naik dari semula Rp 15 ribu naik menjadi Rp 28 ribu.

