EKSPOSKALTIM, Bontang- kasus pencambukan terhadap 4 santri yang diduka dilakukan oleh ustad di pesantren Subulana, yang beralamat di Bontang Lestari (Sikambing), Kecamatan Bontang Selatan, selasa, (12/4/2016). Bukan yang pertamakalinya.
Rinerker Proton Therapy center (RPTC) dari Lembaga Konsultasi Kesejahtraan Keluarga (LK3) Disosnaker Kota Bontang, Monalisa Fitria mengungkapkan, ini adalah kejadian kesekiaan kalinya, pesantren tersebut melakukan pencambukan terhadap siswanya jika melakukan kesalahan. Ungkap intan kepada eksposkaltim saat melakukan pemantauan langsung bersama pihak pemerintah setempat, ke pondok pesantren Subulana, malam tadi sekira pukul 20.00.
“Sebelum kasus yang menimpa kakak adik ini, saya pernah mendampingi dua santri disini yang kasusnya sama yaitu dicambuk oleh ustadz disini,” terang Monalisa.
hal inipun diperkuat oleh penuturan salah satu santri yang tidak ingin di sebutkan namanya, mengatakan bahwa setiap kali mereka melakukan kesalahan akan mendapatkan cambukan rotan dari para ustadz yang ada di pesantren Subulana itu.
“kalau kita salah biasanya dicambuk pakai rotan om,” ungkapnya.
Disisi lain, saat dikonfirmasi terkait kasus pencambukan terhadap kakak beradik dan tiga teman santrinya. Pengelolah pesantren Subulana menuturkan, jika langkah yang diambil oleh pihak pesantren adalah bagian efek jera kepada santri agar tidak melakukan kesalahan yang sama.
“Kami melakukan hal itu agar mereka tidak mengulanginya lagi, jadi ada efek jera bagi para santri. Kamipun melakukan itu atas kesepakatan orang tua santri sebelum mereka menitipkan anaknya ke kami,” cetusnya.

