EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Menjelang bulan Ramadhan 1440 Hijriah, Pemkot Samarinda mewaspadai bencana yang berpotensi terjadi selama bulan Ramadhan. Khususnya, bencana kebakaran yang acap kali terjadi di Kota Tepian.
Salah satunya, dengan menggelar apel siaga bencana yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, bertempat di Folder Air Hitam, Jalan AW Syahranie, Samarinda, Rabu (1/5) sore.
Baca juga: Lubang Tambang di Kukar Kembali Makan Korban ke 33
Apel ini sendiri dihadiri langsung oleh Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang sebagai pembina. Termasuk stakeholder lainnya, seperti Satpol PP, dinas perhubungan, Damkar, PMK, dan para relawan selaku peserta apel.
“Kita siap siaga. Artinya jangan sampai terjadi kebakaran, malah kendaraan rusak, tidak ada air, dan juga tidak ada BBM,” kata Jaang kepada awak media, usai apel siaga.
Jaang berharap, kesiapsiagaan meliputi banyak aspek mulai dari kesiapan kendaraan, hingga kesiapan personel. Jaang juga mengingatkan pentingnya disiplin semua pihak.
“Termasuk kondisi personil kita. Jangan sampai pas ada kebakaran, ada personil tinggalkan pos, tinggalkan tempat, tidak berpakaian dinas. Kebakaran, semua harus berpakaian dinas,” ujar Jaang.
Sementara itu, Kepala Dinas Damkar Samarinda Nursan memaparkan, apel siaga dilakukan untuk mempersiapkan seluruh personil selama Ramadhan. Biasanya, intensitas kebakaran meningkat derastis selama Ramadhan.
Baca juga: Pengembangan Padi Ladang Jadi Alternatif Penuhi Kebutuhan Beras di Kaltim
"Kami harus siap siaga selama bulan puasa karena memang biasanya sering banyak kejadian kebakaran," terangnya.
Kata dia, kebakaran selama bulan Ramadhan dikarenakan beberapa faktor di antaranya, masyarakat lupa mematikan kompor setelah memasak makanan untuk sahur, aliran listrik pendek, penggunaan lilin ketika pemadaman listrik dari PLN.
Ia menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada selama Ramadhan guna meminimalisir kebakaran.
“Diharapkan masyarakat dapat mewaspadai agar tidak terjadi musibah kebakaran,” harapnya. Acara juga diramaikan dengan simulasi memadamkan api oleh para srikandi Damkar. (*)

