EKSPOSKALTIM.com, Bone - Seorang kakek bernama Kasau (93) ditemukan meninggal dunia di pematang empang miliknya, di Lompo’ Rumpae, Desa Labotto, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, setelah sempat membuat panik keluarganya.
Warga Dusun Batu Tanre, Desa Cakkeware, Kecamatan Cenrana itu ditemukan tak bernyawa oleh anaknya, Ashar Bin Kasau yang saat itu memang tengah mencari keberadaannya.
Baca: Pulang Untuk Nikah, Maling Sapi di Bone Ditangkap Setelah 3 Tahun Buron
Kapolsek Cenrana AKP Daniel menceritakan, almarhum meninggalkan rumahnya pada Selasa (10/4) sore dengan berjalan kaki sendirian menuju empangnya, yang jaraknya sekitar 5 kilometer.
“Anaknya tidak tau kalau bapaknya ke empangnya. Memang almarhum ini sudah dilarang kemana-mana karena sudah tua dan juga sudah pikun,” kata Daniel kepada EKSPOSKaltim.com, saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (12/4) malam.
Almarhum saat itu ke empang untuk menanam ubi jalar di pematang empangnya. Anaknya yang panik mencoba mencari tahu keberadaannya melalui keluarga dan tetangga.
“Anaknya mengira orang tuanya bermalam di empangnya,” sebutnya.
Pada keesokan harinya, Rabu (11/4) sekira pukul 16.00 Wita, Ashar pun berangkat menuju empang untuk mencari orang tuanya.
Alangkah kagetnya Ashar, ia menemukan orang tuanya tergeletak dengan posisi terlentang di pematang empang dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi.
Baca: Editorial: Kasus Bank Century, Potret Penegakan "Equality Before The Law" yang Bertempo
“Almarhum diduga meninggal karena kelelahan pada saat menanam ubi jalar, dan diperkirakan meninggal dunia sekitar pukul 14.00 Wita,” tukasnya.
Dari hasil pemeriksaan pada tubuh almarhum, kata Kapolsek, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan atau tanda-tanda yang mencurigakan.
Almarhum telah dikebumikan pada Kamis (12/4) siang tadi, sekira pukul 11.00 Wita di Perkuburan Islam Petta Kelola Dusun Tanjonge, Desa Labotto, Kecamatan Cenrana.
Tonton juga video menarik di bawah ini:
VIDEO: Lembaga Adat Besar Kutim Sambangi PT Indominco
ekspos tv

