EKSPOSKALTIM, Bontang – Puasa merupakan salah satu hal yang dilakukan untuk memenuhi kewajiban agama. Selain itu, puasa pun memiliki manfaat dalam segi kesehatan. Namun sama seperti dua sisi mata uang logam, puasa pun dapat menyebabkan gejala penyakit pada orang-orang tertentu, jika orang tersebut salah dalam menjalankannya ataupun mengabaikan kesehatannya saat berpuasa.
Kepala Seksi (Kasi) Medis Rumah Sakit Islam Bontang (RSIB) Intan Perminasari menjelaskan, berpuasa di bulan ramadhan itu sendiri tidak menyebabkan penyakit apabila kita berbuka dan sahur sesuai sunah rosul.
"Diharapkan tidak menyebabkan penyakit – penyakit, karena selama kita menjalankan ibadah puasa, itu menjadikan diri kita sehat. Jadi seperti pada keluhan pencernaan, seharusnya kita berbuka sesuai dengan sunah rosul yaitu berbukalah dengan yang manis terlebih dahulu, mengkonsumsi air putih, kemudian tidak langsung mengkonsumsi makanan yang berat. Karena pada saat itu menjaga keseimbangan dalam lambung kita agar tidak kaget karena seharian tidak terisi oleh makanan maupun minuman,"kata Intan, saat di temui diruang kerjanya. Senin (13/6/2016).
Lanjut Intan, pada saat sahur dan setelah makan, jangan lupa menutup minum air putih 2 gelas untuk mencegah konstipasi, dehidrasi, dan juga setelah sahur selama satu jam jangan berbaring.
"Saat sahur jangan lupa minum 2 gelas air putih, untuk mencegah konstipasi, dehidrasi, dan juga setelah sahur kira – kira satu jam, jangan berbaring.
Intan menjelaskan, saat satu jam setelah sahur posisi makanan saat itu masih berproses. Dianjurkan untuk tidak berbaring sebelum 1 jam karena diharapkan makanan yang masih berproses tersebut tidak naik kedada, hingga menyebabkan rasa tidak nyaman didada (rekondifitasi. Red),” terangnya
Intan juga mengungkapkan, pola konsumsi seperti makanan dan minuman serta pola aktifitas, acapkali justru menjadi pemicu timbulnya penyakit.
“Makanlah makanan yang manis terlebih dahulu, seperti kurma dan perbanyak minum air putih, agar terhindar dari penyakit seperti maag, sakit kepala, tekanan darah rendah," pungkasnya.

