EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Situasi kebencanaan di Kalimantan Selatan belum sepenuhnya reda. Saat banjir masih merendam ratusan desa di Kabupaten Banjar, aktivitas seismik kembali tercatat di wilayah utara provinsi ini. Gempa bumi dangkal bermagnitudo kecil mengguncang Kabupaten Balangan, Sabtu (3/1) siang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bermagnitudo 2,6 terjadi pada pukul 11.36 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 2,19 lintang selatan dan 115,46 bujur timur, atau sekitar 22 kilometer barat laut Balangan, dengan kedalaman 29 kilometer.
BMKG menegaskan data tersebut masih bersifat awal dan disampaikan untuk keperluan kecepatan informasi. Hasil analisis dapat berubah seiring pemutakhiran data seismik.
Sejumlah hari sebelumnya, gempa dangkal juga dilaporkan mengguncang wilayah Kalimantan Selatan. Senin 20 Oktober 2025 sekitar pukul 11.59 Wita, episentrum gempa terdeteksi berada di koordinat 2,23 lintang selatan dan 115,11 bujur timur, dengan kedalaman sekitar delapan kilometer.
Pusat gempa berada sekitar 24 kilometer barat laut HSU dan relatif dekat dengan sejumlah kecamatan di wilayah perbatasan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, seperti Kecamatan Benua Lima, Dusun Timur, dan Paju Epat di Kabupaten Barito Timur.
Masih pada hari yang sama, gempa dangkal lain kembali tercatat di Kabupaten Balangan. Gempa bermagnitudo 2,7 terjadi pada pukul 12.53 Wita, dengan pusat gempa berada di koordinat 2,15 lintang selatan dan 115,54 bujur timur, atau sekitar 0,34 kilometer timur Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong. Kedalaman gempa ini tercatat sekitar 30 kilometer.
BMKG memastikan rangkaian gempa bermagnitudo kecil tersebut tidak berpotensi menimbulkan kerusakan. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila merasakan getaran kuat atau menemukan dampak fisik akibat gempa.
Aktivitas gempa ini terjadi di tengah kondisi Kalimantan Selatan yang masih dilanda banjir besar. Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel mencatat banjir telah melumpuhkan aktivitas warga di 10 kecamatan di Kabupaten Banjar, mencakup 124 desa, dengan puluhan ribu warga terdampak dan ribuan lainnya mengungsi.
BPBD bersama pemerintah daerah terus memantau perkembangan cuaca dan potensi bencana lanjutan, mengingat intensitas hujan masih tinggi dan risiko banjir susulan belum sepenuhnya mereda.


