EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos P3M) Bontang, mengajak semua elemen masyarakat untuk turut serta melakukan pencegahan terhadap potensi terjadinya konflik sosial di masyarakat.
Hal itu disampaikan Kepala Seksi (kasi) Perlindungan Sosial Dinsos P3M Bontang, Vikri Riadi, saat sambutan pada kegiatan “ Sosialisasi Cegah Bencana Sosial / Konflik Sosial Keserasian Sosial Menuju Bontang Lebih Baik ”.
Baca juga: Tahun Depan, Santunan Kematian Di Bontang Naik Menjadi Rp 3 Juta
Dikatakan Vikri, maksud dari diselenggarakannya acara ini adalah, untuk mengantisipasi terjadi bencana sosial, konflik antar komunitas, konflik kelompok atau masyarakat yang akan merugikan secara moril maupun materil, karena penduduk kota Bontang yang beragam suku dan agama.
“Selain menguatkan gerakan restorasi sosial, tujuan lain dari kegiatan ini yaitu sebagai upaya dalam melakukan pencegahan terjadinya konflik, membangun peringatan secara dini, serta untuk memelihara kondisi damai di masyarakat,” ucap Vikri, di ruang Pirus, Grand Equator, Kamis (22/11/2018).
Agar terjalin sinergisitas, acara sosilaisai ini diikuti puluhan peserta, baik dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) diantaranya Lurah, Camat, Babinsa, Babinkamtibmas, maupun dari masyarakat yang meliputi, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, serta perwakilan dari beberapa perusahaan.
Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase yang hadir sekaligus membuka acara, mengapresiasi acara tersebut. Dikatakan Basri, konflik antar komunitas maupun antar kelompok, tentunya dapat mengakibatkan kerugian baik secara moril maupun materil. Kota Bontang yang penduduknya sangat beragam, tentu kegiatan ini sangat penting untuk menambah wawasan dan pemahaman terhadap penangan konflik, demi keutuhan NKRI.
“Atas nama Pemerintah Kota Bontang, saya sangat menyambut baik atas terselenggaranya acara ini,” ujar Basri.
Pada kesempatan ini, Basri juga mengingatkan stake holder untuk dapat berperan aktif, serta mendekteksi dan menyelesaikan gejala atau konflik-konflik kecil yang terjadi di masyarakat.
“Lewat kegiatan ini, kita tentu mendapat penyegaran pemikiran tentang wawasan kebangsaan, agar kita dapat menyelami perbedaan di masyarakat,” jelasnya.
Baca juga: Dinsos-P3M Bontang Komitmen Tingkatkan Pelayanan E-Waroeng
Sementara itu, mantan Wali Kota Bontang dua periode yang juga pemateri dalam acara tersebut, Andi Sofyan Hasdam menilai, Kota Bontang merupakan salah satu daerah yang kondusif. Keberagaman penduduknya yang berasal dari berbagai suku, bisa terjaga dan hidup berdampingan berkat rasa saling mengerti dan saling menghargai satu sama lainnya. Kendati demikian, ia tetap mengingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi-potensi yang dapat menimbulkan bencana sosial.
“Saya setuju dengan kegiatan ini, menyampaikan kepada masyarakat agar mereka waspada, jangan yang terjadi di daerah lain, nantinya bisa terjadi di Bontang,”ungkapnya
Diketahui, acara sosialisasi tersebut diisi sejumlah pemateri, di antaranya Mantan Wali Kota Bontang yang juga didapuk sebagai Tokoh Pemimpin Muda Inovatif, Andi Sofyan Hasdam, Kasi Perencanaan Korem 0901 Samarinda, Kolonel Kavaleri Eko Agus Nugroho, serta Hosea Octabrianto dari Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial. (adv)
Video Terkini EKSPOS TV: Pesta Adat Pelas Tanah Kutim 2018 Episode 1
ekspos tv

