PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Fakta Baru, Polisi Korban Tragedi Maut Katingan Diduga Bukan Tewas Tenggelam

Home Berita Fakta Baru, Polisi Korban ...

Kompolnas menemukan jejak darah di lokasi kejadian yang mengarah ke sungai dan menduga para korban tidak tewas karena tenggelam, melainkan dibunuh sebelum jasadnya dibuang ke aliran Sungai Katingan.


Fakta Baru, Polisi Korban Tragedi Maut Katingan Diduga Bukan Tewas Tenggelam
Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Choirul Anam (kedua dari kanan) meninjau TKP meninggalnya tiga anggota Polres Katingan saat melaksanakan operasi pengungkapan kasus narkoba. Foto: Dok.Kompolnas

EKSPOSKALTIM, Katingan – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengungkap fakta baru dalam tragedi yang menewaskan tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan saat operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah.

Setelah meninjau langsung lokasi kejadian perkara (TKP), Kompolnas menduga ketiga korban tidak meninggal akibat tenggelam seperti dugaan awal, melainkan menjadi korban pembunuhan.

Komisioner Kompolnas Supardi Hamid mengatakan pihaknya bersama Komisioner Kompolnas Choirul Anam menemukan ceceran darah yang mengarah hingga ke sungai tempat para korban ditemukan.

Menurut dia, temuan tersebut menjadi petunjuk penting yang membantah asumsi bahwa korban melarikan diri ke sungai lalu tenggelam.

"Tesis bahwa para korban ini melarikan diri ke sungai dan kemudian mati tenggelam adalah tidak terbukti. Justru terbantahkan dari fakta di sini di mana kita menemukan ceceran darah yang kemudian ceceran darah itu berakhir di sungai," kata Supardi dalam keterangan video yang diterima, Selasa (7/7/2026).

Berdasarkan temuan lapangan tersebut, Kompolnas menduga para korban terlebih dahulu mengalami kekerasan hingga meninggal dunia sebelum akhirnya dibuang ke sungai.

"Artinya ini secara jelas masuk ke dalam kategori intentionally killing yang dilakukan oleh para bandar narkoba ini untuk menghabisi para petugas kepolisian dan baru kemudian dibuang ke sungai," ujarnya.

Tiga anggota Polri yang gugur dalam operasi tersebut adalah Ipda (Anumerta) Sumariyanto, Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra, dan Briptu (Anumerta) Nopandri Ramadhana.

Sebelumnya, tragedi itu bermula setelah Satresnarkoba Polres Katingan menerima laporan masyarakat terkait dugaan peredaran sabu yang dikendalikan seorang residivis berinisial BIO.

Tim kemudian bergerak melakukan penggerebekan pada Kamis (2/7/2026) dini hari. Namun situasi berubah menjadi bentrokan ketika petugas mendapat perlawanan menggunakan senjata tajam.

Meski telah memberikan tembakan peringatan, serangan terus berlanjut. Situasi semakin tidak terkendali setelah keluarga terduga pelaku dan sejumlah warga diduga ikut melakukan penyerangan menggunakan parang, senjata api rakitan, serta berbagai benda berbahaya lainnya.

Dalam insiden tersebut, sembilan personel berhasil dievakuasi. Sementara tiga anggota lainnya dinyatakan gugur saat menjalankan tugas.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :