Ekspor nonmigas Kaltim kembali menguat pada Oktober 2025 setelah lonjakan tajam pada komoditas lemak dan minyak hewani/nabati mendorong nilai pengiriman keluar negeri menembus 1,67 miliar dolar AS.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Ekspor berbagai komoditas nonmigas Provinsi Kalimantan Timur pada Oktober 2025 mencapai 1,67 miliar dolar AS. Kenaikan ini terutama dipicu lonjakan ekspor lemak dan minyak hewani atau nabati yang naik 115,92 juta dolar atau 104,93 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
"Komoditas lain dengan peningkatan nilai ekspor tinggi adalah berbagai produk kimia yang naik sebesar 12,23 juta dolar atau 28,17 persen, lantas golongan barang bahan bakar mineral yang naik 9,97 juta dolar atau 0,79 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim Yusniar Juliana dikutip dari ANTARA, Kamis (4/12).
Untuk bahan bakar mineral, meski hanya naik 0,79 persen atau 9,97 juta dolar, kontribusinya tetap mendominasi. Nilai totalnya mencapai 1,27 miliar dolar dari total ekspor Kaltim sebesar 1,67 miliar dolar pada Oktober.
Nilai ekspor juga meningkat ke sejumlah negara tujuan. Ekspor ke China naik 97,79 juta dolar atau 17,78 persen. Ekspor ke Pakistan melonjak 27,39 juta dolar atau 1.850,68 persen, dari 1,48 juta dolar pada September menjadi 28,87 juta dolar pada Oktober. Ekspor ke Bangladesh naik 20,48 juta dolar atau 31,50 persen.
"Terdapat tiga pelabuhan yang memberikan sumbangan terbesar terhadap ekspor Kaltim pada Oktober 2025, yakni Pelabuhan Balikpapan senilai 487,96 juta dolar, Pelabuhan Samarinda 339,22 juta dolar, dan Pelabuhan Bonthan Bay senilai 293,36 juta dolar," ujarnya.
Secara kumulatif, nilai ekspor Kaltim selama Januari hingga Oktober 2025 sebesar 17,1 miliar dolar AS. Angka ini turun 14,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Selama periode tersebut, China tetap menjadi negara tujuan utama dengan nilai ekspor 5,08 miliar dolar atau 32,94 persen. India berada di posisi kedua dengan 2,6 miliar dolar atau 16,84 persen, disusul Filipina sebesar 1,28 miliar dolar atau 8,34 persen.
"Pada periode Januari – Oktober 2025, komoditas hasil tambang tetap menjadi andalan ekspor bagi Provinsi Kaltim dengan peranan sebesar 69,60 persen. Hasil industri berada pada posisi kedua dengan peranan 20,59 persen, dan nilai ekspor migas pada posisi ketiga dengan peranan 9,7 persen," kata Juliana.


