EKSPOSKALTIM, Kubar- Sekuat tenaga operasi pencarian dilakukan terhadap dua bocah kelas 5 sebuah Sekolah Dasar (SD) yang hanyut terbawa arus di Sungai Melak akhirnya membuahkan hasil.
Ditemukan oleh Tim SAR Gabungan, sekitar pukul 13.45, (26/3/2017) kemarin, keduanya sudah dalam keadaan meninggal dunia di lokasi yang berbeda. Sekujur tubuh keduanya membengkak. Korban ditemukan oleh masyarakat yang berinisiatif untuk membuat arus buatan dengan menggunakan dorongan mesin kapal ke dasar air.
Korban pertama akhirnya ditemukan berada hanya berjarak 10-20 meter ke arah hilir dari lokasi kejadian.
Yusuf ditemukan di TKP pukul 13.45 Wita dalam kondisi meninggal dunia, pada titik koordinat 00°16.953' S - 115°52.803' E.
Sementara korban kedua Ikhsan ditemukan pada koordinat 00°13.838 S & 115°50.339 E pada jam 14.20 Wita dalam keadaan meninggal. Jasad kedua korban langsung dibawa ke RS Harapan Insan Sendawar.
Jasad M Yusuf (10) digiring menggunakan sebuah rubber boat milik Basarnas usai ditemukan di kawasan hilir anak sungai Mahakam tersebut. Sedangkan jasad Ihsan (10) dievakuasi menggunakan speed boat milik warga setempat usai ditemukan di kawasan hulu.
Pantauan media ini sebelumnya, dua korban yang masih duduk di bangku kelas 5 sebuah Sekolah Dasar (SD) di Melak, yakni M Yusuf dan Ihsan hanyut terbawa arus sungai saat berenang usai mengikuti kegiatan olahraga di sekolah, Jumat (24/3) jam 15.00 sore.
Dalam dua hari misi pencarian, hujan intensitas sedang dengan durasi yang cukup panjang sempat mengguyur wilayah Kubar.
Pantauan media ini, beberapa personel Basarnas sempat melakukan penyelaman namun terkendala arus bawah sungai yang terbilang kencang.
"Kami sempat lakukan penyelaman. Tapi karena visibility zero (jarak pandang) tidak memungkinkan, kami tidak meneruskannya, " kata Kepala Basarnas Kaltim-Kaltara Mujiono didampingi Kepala Seksi Operasi (Kasie Ops) Octavianto.
Selain penyelaman, demi memaksimalkan pencarian, Badan SAR Kaltim-Kaltara telah menambah sejumlah alat utama (Alut) SAR dari Kantor SAR Balikpapan. Dua rubber boat, satu unit LCR, dibantu dengan Speed Boat, perahu ces (sampan), maupun long boat milik warga setempat turut dilibatkan dalam misi pencarian.
Octavianto menggambarkan kendala yang dihadapi regu pencari di lapangan tak lain tak bukan adalah kondisi air Sungai Melak yang tengah pasang. Aliran air dari bagian hulu Mahakam, kata Octa juga lumayan deras.

