EKSPOSKALTIM, Bontang - Pemerintah Kota Bontang, melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang, bekerja sama dengan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (B3P), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Bitung, menggelar pelatihan penggunaan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan kepada 30 nelayan Kota Bontang.
Pelatihan dilaksanakan di balai pertemuan Sekaya Maritim, Kawasan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) TPI Tanjung Limau. Rencananya, pelatihan ini akan digelar selama 6 hari, dimulai 21 November hingga 27 November 2017.
Kasi Perikanan Tangkap DKP3 Bontang, Idhamsyah mengatakan, pelatihan tersebut menyusul dikeluarkannya peraturan Kementerian Kelautan dan Perikanan tentang pembatasan penggunaan alat penangkapan ikan grogol. Dengan menggantikan menggunakan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan demi kelangsungan sumberdaya ikan.
“Kegiatan ini merupakan program kementrian, yang diharapkan pada Desember tahun ini, seluruh alat tangkap ikan yang tidak ramah lingkungan sudah tidak digunakan lagi,” kata Idhamsyah, Selasa (21/11/2017).
Baca: Samakan Data Zonasi Wilayah Pesisir, DKP3 Bontang dan DKP Kaltim Gelar FGD
Dengan adanya pelatihan tersebut, merupakan keseriusan pemerintah Bontang dalam menanggapi peraturan Pemerintah Pusat melalui KKP itu, untuk segera merealisasikan pengguanaan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan di Kota Bontang.
“Makanya kami langsung melakukan pendataan nelayan yang menggunakan alat tangkap dilarang itu, untuk diberikan pelatihan,” ujarnya.
Menurut dia, selain mengusulkan pelatihan penggantian alat tangkap kepada nelayan tersebut, pihaknya juga mengusulkan agar diberikan bantuan alat tangkapnya.
“Kami juga mengusulkan ke pusat untuk diberikan alat tangkapnya, sekaligus memberikan pelatihan penggunaan alatnya itu,” ungkapnya.
Baca: Petani Rumput Laut Bontang Dapat Bantuan Pusat Senilai Rp 1,2 Miliar
Sementara, pemateri sekaligus panitia pelaksana kegiatan dari B3P KKP Bitung, Noriko Runtu mengatakan, pelatihan yang dilakukan pihaknya itu, merupakan bentuk pendampingan terhadap nelayan untuk meninggalkan penggunaan grogol dengan alat tangkap baru yang lebih ramah lingkungan.
“Grogol itu kan merusak, jadi kami berikan alat tangkap yang baru,” jelasnya.
Dengan adanya pelatihan itu, diharapkan kepada para nelayan nantinya dapat mengoperasikan alat tangkap yang akan diberikan tersebut.
“Kami berharap tidak menurunkan pendapatan mereka, dengan adanya alat yang akan kami berikan ini,” harapnya. (adv)
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: Diskominfotik Bontang Dapat Kunjungan dari Komisi Informasi Kaltim
ekspos tv
VIDEO: Ikut Bontang City Expo 2017, Diskominfo Usung Tema Bontang Jago Smart City
ekspos tv
VIDEO: Peringatan Hari Pahlawan ke 72 Berlangsung Khidmat
ekspos tv

