EKSPOSKALTIM, Bontang - Sudah bukan zamannya lagi memberantas hama menggunakan pestisida kimia. Kini, pestisida nabati atau alami, sudah ada. Pemerintah pun gencar mensosialisasikan pestisida yang ramah lingkungan itu.
Bertempat di Balai Pertemuan Sekaya Maritim, kawasan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI), Tanjung Limau, Pemkot Bontang melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang, menggelar Penyuluhan Pemanfaatan Pestisida Nabati Bagi Kelompok Tani Bontang, Kamis (23/11/2017). Acara ini di hadiri oleh puluhan dari perwakilan kelompok tani se-Bontang.
Kepada Ekspos Kaltim, Asmaniar, selaku pemateri penyuluhan tersebut, menerangkan ada banyak manfaat jika menggunakan pestisida nabati. Yakni harga lebih murah, relatif aman terhadap manusia, ternak dan lingkungan, serta tidak meninggalkan residu pada tanaman.
Selain itu, menggunakan pestisida nabati juga tidak menyebabkan ketergantungan pada tanaman, sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama, menghasilkan produk pertanian yang sehat. “Dan tentunya lebih ramah lingkungan,” terang perempuan yang berkerja di UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan Hortikultura (BPTPH) Kaltim itu.
Meski begitu, menggunakan pestisida nabati bukan tanpa kekurangan. Asmaniar menambahkan, ada beberapa kekurangan dari pestisida nabati. Seperti daya kerjanya relatif lambat, tidak membunuh organisme pengganggu tanaman (OPT) sasaran secara langsung, tidak tahan terhadap sinar matahari, kurang praktis, serta tidak tahan lama dalam penyimpanan.
“Jadi pestisida nabati itu harus digunakan secara berulang-ulang, agar hasilnya lebih efisien,” tambah perempuan berkerudung itu.
Baca Juga: DKP3 Bontang Gelar Rakor Dewan Ketahanan Pangan
Dia pun menjelaskan cara membuat pestisida nabati. Menurutnya, ada banyak bahan untuk membuat pestisida nabati. Seperti menggunakan daun sirsak, bawang putih dan jeringau.
Kata Asmaniar, daun sirsak, bawang putih dan jeringau harus ditumbuk hingga halus, dengan komposisi daun sirsak segenggam tangan orang dewasa dan segenggam rimpang jeringau serta 10 siung bawang putih. Kemudian hasil tumbukan itu di rendam ke dalam 10 liter air dan dicampur 10 gram detergen, lalu dibiarkan semalaman.
“Untuk pestisida nabati ini bisa digunakan untuk mengahalau hama wereng batang coklat,” jelasnya.
Selain itu bisa juga menggunakan jengkol. Pestisida nabati berbahan jengkol bisa digunakan untuk mengusir tikus. Caranya cukup mudah. Jengkol hanya diiris-iris, lalu disebarkan ke sawah yang berair.
Bukan hanya itu, untuk melindungi hasil pertanian dari hewan penggangu, bisa juga dengan memanfaatkan lingkungan disekitar pertanian.
Seperti menanam bunga jenis Matahari, Kenikir dan Ageratum Conyzoides. Bunga-bunga tersebut, kata Asmaniar, memiliki warna yang cerah. Sedangkan hama pada umumnya menyukai warna cerah. Jadi, bunga-bunga yang cerah mampu menyedot perhatian hama agar tidak merusak hasil pertanian.
Baca Juga: Meminimalisir Penyakit Holtikultura, DKP3 Bontang Gelar Praktik Lapangan PTH
Selain itu, sambung dia, bisa juga dengan memelihara serangga jenis predator, parasitoid, patogen serangga dan agen antagonis di lingkungan pertanian. Seperti laba-laba. Laba-laba adalah serangga jenis predator. Maksudnya, laba-laba juga memakan serangga, jadi bisa meindungi tanaman pertanian dari hama.
“Selain laba-laba, belalang dan capung juga bisa dimanfaatkan,” tandasnya.
Terpisah, Kepala DKP3 Bontang, Aji Erlynawati mengaku, sangat mengapresiasi penyuluhan pemanfaatan pestisida nabati ini. Menurutnya, hal ini sangat baik untuk regenerasi pertanian di Bontang. Sebab, selain ramah lingkungan, pestisida nabati juga akan membuat hasil pertanian lebih sehat.
“Ini sanga menairik. Pestisida nabati pastinya akan membuat semua menjadi lebih baik, baik lingkungannya, maupun hasilnya,” kata perempuan berkacamata itu usai menutup dialog Penyuluhan Pemanfaatan Pestisida Nabati Bagi Kelompok Tani Bontang,
Dia pun berharap, dengan berakhirnya penyuluhan ini, petani di Bontang bisa bekerja lebih baik lagi. “Semoga petani-petani bisa memanfaatkan potensi yang ada, agar bisa mengahasilkan hasil pertanian yang berkualitas,” pungkasnya. (adv)
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: Diskominfotik Bontang Dapat Kunjungan dari Komisi Informasi Kaltim
ekspos tv
VIDEO: Ikut Bontang City Expo 2017, Diskominfo Usung Tema Bontang Jago Smart City
ekspos tv
VIDEO: Peringatan Hari Pahlawan ke 72 Berlangsung Khidmat
ekspos tv

