EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Alokasi biaya pendidikan untuk anak putus sekolah, melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda), dianggap belum maksimal. Sebab, masih ditemui anak yang putus sekolah karena terkendala masalah biaya.
Program pemerintah di bidang pendidikan rupanya belum menyentuh semua anak. Hal Ini diungkapkan Kadis Dinsos-P3M Bontang, Abdu Safa Muha kepada wartawan, atas temuan 57 anak putus sekolah di Bontang.
Berita terkait: Dinsos-P3M Bontang Advokasi 57 Anak Putus Sekolah
“Ini yang kami pertanyakan. Sekolah di Bontang kan sudah gratis. Tapi kok masih ada yang keluhkan biaya sekolah,” katanya.
Untuk itu, pihaknya mengatakan bakal berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang terkait Bosda yang dianggap belum optimal.
“Kami akan berkoordinasi terkait masalah ini,” ujarnya.
Menurutnya, program pemerintah pro kemiskinan terkait urusan pendidikan sudah komprehensif. Untuk keluarga miskin, Dinsos-P3M Bontang menyalurkan bantuan melalui program Program Keluarga Harapan (PKH).
Baca: DPRD Kaltim Setuju Gaji Guru Honorer Naik
“PKH ini untuk menutupi biaya sehari-hari para orang tua, agar anak mereka tetap bisa ke sekolah,” katanya.
Sedangkan Bosda menjadi kewenangan dari Disdikbud. Untuk itu, pihaknya menjadwalkan menggelar pertemuan dengan Disdikbud Bontang untuk membahas persoalan ini. (adv)
Tonton video menarik di bawah ini:
VIDEO: Ucapan Ramadhan 1439 Hijriah oleh Kepala BPPD Kutim
ekspos tv

