EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-P3M) Bontang, mencatat angka putus sekolah anak usia remaja sebanyak 57 anak. Jumlah ini merupakan hasil kalkulasi untuk periode tiga tahun terakhir.
Saat ini Dinsos-P3M tengah melakukan advokasi bagi pelajar yang putus sekolah. Berkoordinasi dengan instansi terkait.
Baca: Jaring Pemilih, KPU Kaltim Bakal Helat Berbagai Perlombaan
“Ini yang kami temukan di lapangan, walaupun hasilnya bakal tak sesuai dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Kepala Dinsos-P3M Abdu Safa Muha kepada wartawan, saat ditemui di ruangan kerjanya.
Dijelaskannya, Dinsos-P3M menggandeng Mahasiswa KKN Universitas Mulawarman untuk melakukan pendataan di lapangan pada 2015 lalu.
Hasilnya, sebanyak 180 orang tercatat tak menyelesaikan pendidikan formalnya. Dari 180 orang tersebut, 57 diantaranya masih berusia sekolah hingga sekarang.
“Yang 57 itu merupakan anak yang kelahiran 2000-an,” kata Abdu Safa.
Ia mengatakan, pihaknya telah menyisir data para anak yang putus sekolah. Sementara ini hanya ada satu anak dari 57 orang tersebut yang kembali bersekolah.
Baca: Mudik Gratis Bersama Pupuk Kaltim
Anak itu terdata aktif di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan.
“Kami masih mencari 56 anak lainnya. Tapi dari sistem Dapodik baru ada satu,” kata dia.
Rencananya, pihaknya bakal menggelar rapat koordinasi lanjutan dengan instansi terkait, guna membahas temuan ini. Dirinya berharap, angka putus sekolah dapat diminimalisir tiap tahunnya. (adv)
Tonton video menarik di bawah ini:
VIDEO: Ucapan Ramadhan 1439 Hijriah oleh Kepala BPPD Kutim
ekspos tv

