EKSPOSKALTIM.com, Kukar - Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Desa Loa Duri Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, dikabarkan hilang tenggelam di perairan Sungai Mahakam, Loa Duri, Rabu (26/6) pagi tadi, sekitar pukul 06.00 Wita.
Menurut informasi yang dihimpun, IRT berinsial EL (30) tersebut diduga bunuh diri. Hanya tertinggal sepasang sandal dan sebuah handphone di pinggiran jembatan kayu di pinggir sungai di Gang Mahakam 17 RT 04 Loa Janan Ulu.
Baca juga: Adiwiyata Tingkat Provinsi Tahun 2019 Bakal Diterima 60 Sekolah se- Kaltim
Wanita berusia 30 tahun yang tinggal di Jalan Gerbang Dayaku, RT 05 Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara itu diduga bunuh diri dan sempat mengirim pesan terakhir ke keluarga sebelum hilang di dalam sungai.
Suami EL, Maksimus kepada wartawan menjelaskan, saat bangun tidur sang istri sudah tidak ada dan tiba-tiba dirinya ditelepon.
"Saya mau siap-siap kerja, istri saya telepon dan bilang bapak Claudio (nama anak mereka) jaga Claudio baik-baik ya, kalau mau cari aku ada di sungai," cerita sang suami saat ditemui di lokasi kejadian tadi pagi.
Maksimus mengatakan tidak pernah memiliki masalah pribadi dengan sang istri, pasalnya istrinya merupakan orang yang tertutup dan tidak pernah bercerita jika ada masalah.
"Saya tidak tahu kenapa, karena dia orangnya tertutup, tidak pernah cerita kalau ada masalah. Tapi biasanya sehari-hari dia ceria,” paparnya.
Mendapat kabar tersebut, petugas Polsek Loa Janan dengan Basarnas dan sejumlah relawan dibantu warga setempat melakukan pencarian korban dengan menyusuri sungai sejak pukul 08.00 WITA hingga berita ini diturunkan.
"Dugaan sementara karena faktor ekonomi, tetapi kami masih mencari keterangan lain karena saat ini masih keterangan dari suami korban, dan untuk barang bukti hanya sendal dan handphone korban yang berada di pinggir sungai, " kata AKP Andika Dharma Sena, Kapolsek Loa Janan.
"Kita masih fokus pada pencarian korban, kita sudah koordinasi dengan Basarnas dan relawan untuk pencarian korban," ucapnya.
Terkait dengan penyebab korban tenggelam, diduga kuat akibat permasalahan ekonomi yang mengakibatkan korban memilih untuk mengakhiri hidup dengan menceburkan diri ke sungai.
Baca juga: Pajak Bumi dan Bangunan Tahun 2019 di Samarinda Naik
"Kita sudah mintai keterangan suaminya. Sementara ini karena permasalahan ekonomi, yang menyebabkan korban diduga menceburkan diri ke sungai," jelasnya.
Sementara barang-barang korban yang diamankan, di antaranya HP dan sandal jepit.
Kepala Unit Siaga SAR Samarinda, Dede Hariana, menuturkan ada tiga cara dilakukan dalam pencaharian korban.
"Hari pertama pencarian, kita terapkan tiga sistem, searching, penyelaman dan dengan pemancingan (cara tradisional)," sebutnya.
Ia mengaku petugas mengalami kendala dalam melakukan pencarian karena derasnya arus Sungai Mahakam.
"Arus cukup deras, tapi tetap kita upayakan dengan mencari di dalam sungai, di samping penyisiran dengan rubber boat, perahu, maupun speed boat," ungkapnya.
Hingga kini korban masih belum ditemukan. Sementara pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. (*)

