EKSPOSKALTIM.COM, Bontang- Komisi gabungan DPRD Bontang melakukan rapat pembahasan bantuan alat penyaluran air bersih ke wilayah pesisir, di ruang rapat II DPRD, Senin (10/7).
Selain komisi gabungan, juga diundang PDAM Tirta Taman, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Kaltim Daya Mandiri, PT Kaltim Nitrate Indonesia, PT Kaltim Metanol Indonesia, Camat Bontang Utara, dan Lurah Guntung.
Beberapa opsi bantuan mengemuka dalam rapat tersebut, seperti penyediaan penampungan air, pemasangan pipa di bawah laut dan usulan lainnya. Namun hingga rapat usai, tidak ada keputusan yang ditetapkan terkait bantuan tersebut.
"Kita akan kaji bersama dulu terkait teknisnya, opsi mana yang bisa kita ambil dan tentunya memudahkan penyaluran air ke pesisir," kata Ketua Komisi I Agus Haris seusai memimpin rapat.
Setelah itu, Agus menjelaskan, pihaknya akan membicarakan hal tersebut bersama sejumlah perusahaan dan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
"Harusnya ada OPD dalam rapat ini tapi tidak diundang untuk membahas masalah teknis, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Bappeda," tambahnya.
Agus menambahkan, kebutuhan air bersih di kawasan pesisir, seperti Pulau Gusung, Malahing, Tihi-Tihi, dan Selangan sangat mendesak dan membutuhkan solusi yang cepat. Ia berharap proses tersebut bisa secepatnya selesai.
"Nanti setelah melakukan kajian di lapangan, baru kita bisa tentukan opsi apa yang kita ambil sesuai kajian bersama-bersama," tutupnya. (adv)

