Pemerintah mengimbau untuk masyarakat minimal sekali setaun memeriksakan kesehatan.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan- Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menjamin seluruh warganya bisa mengakses layanan kesehatan gratis lewat program Gratispol Kesehatan, baik di dalam daerah maupun di seluruh Indonesia.
“Artinya warga Kaltim di mana pun berada tetap aman dengan program ini. Mau sakit di Papua atau Jakarta tetap dilayani, asalkan punya NIK dan terdaftar BPJS Kesehatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, dikutip dari ANTARA, Jumat (14/11).
Ia menjelaskan jaminan ini bisa diterapkan karena cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Kaltim sudah mencapai 102 persen atau sekitar 4,2 juta jiwa. Meski begitu, masih ada peserta BPJS mandiri kelas III yang tidak aktif karena menunggak iuran.
Melalui Gratispol Kesehatan, kata dia, pemerintah menanggung tunggakan tersebut agar warga tetap bisa mendapatkan pelayanan saat kondisi darurat. Program ini hanya berlaku untuk peserta Kelas III.
Warga yang mengalami kendala status kepesertaan di rumah sakit dapat menghubungi Dinas Kesehatan Kaltim untuk proses aktivasi. “Untuk aktivasi BPJS menunggak, bisa juga datang langsung ke kantor Dinas Kesehatan Kaltim. Ada tim kami yang khusus melayani itu,” ujar Jaya.
Kemudahan ini menjadi jaring pengaman bagi warga yang sedang bepergian atau tinggal di luar pulau. Dinas Kesehatan Kaltim juga melakukan rekonsiliasi data rutin dengan BPJS setiap bulan untuk memastikan peserta yang berhak menerima bantuan iuran.
Selain layanan kuratif, pemerintah mengintegrasikan program ini dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk deteksi dini penyakit. Berdasarkan hasil skrining, masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan adalah hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas.
Masyarakat diimbau rutin memeriksakan kesehatan minimal setahun sekali di puskesmas tanpa menunggu sakit. Jaya menegaskan pelayanan tetap bisa diakses meski warga belum memiliki kartu fisik BPJS, cukup dengan menunjukkan KTP elektronik.


