PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

DD dan DBD Bontang Turun, Waspada Hujan Tinggi

Home Berita Dd Dan Dbd Bontang Turun, ...

DD dan DBD Bontang Turun, Waspada Hujan Tinggi
Petugas Dinas Kesehatan menunjukkan nyamuk saat melakukan kegiatan pemberantasan jentik nyamuk. Foto: ANTARA

Bontang, EKSPOSKALTIM – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Demam Dengue (DD) di Kota Bontang tercatat menurun pada lima bulan pertama tahun 2025 dibanding periode yang sama tahun lalu.

Ketua Tim Kerja Penyakit Menular Dinas Kesehatan Bontang, Nur Ilham, mengatakan penurunan terlihat cukup signifikan.

"Dalam periode yang sama terjadi penurunan penyakit DBD, hitungan Januari sampai Mei di 2025 lebih turun dibandingkan 2024," ujar Nur Ilham saat dihubungi EKSPOSKALTIM.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa risiko peningkatan kasus tetap ada, terutama karena faktor cuaca.

"Sekarang sudah turun, walaupun turun sampai di bulan kelima ini, dikhawatirkan masih ada potensi peningkatan kasus pada bulan berikutnya terutama dengan peningkatan curah hujan," tambahnya.

Sebaran Kasus DBD Januari–Mei 2025 (data per 4 Juni):
Loktuan: 32 kasus

Gunung Elai: 17

Api-api: 10

Belimbing: 8

Bontang Kuala: 7

Guntung: 6

Gunung Telihan: 5

Bontang Baru, Bontang Lestari, Satimpo, Tanjung Laut, Tanjung Laut Indah: masing-masing 3

Kanaan, Berbas Pantai, Berbas Tengah: nihil

Sebaran Kasus DD Januari–Mei 2025:
Loktuan: 12 kasus

Api-api: 11

Gunung Telihan, Berbas Pantai: masing-masing 10

Bontang Baru, Bontang Kuala, Berbas Tengah: masing-masing 7

Tanjung Laut: 6

Tanjung Laut Indah: 5

Gunung Elai: 4

Belimbing, Bontang Lestari, Kanaan, Satimpo: masing-masing 2

Guntung: nihil

Perbandingan Kasus Januari–Mei (2024 vs 2025):
Januari: 79 → 16

Februari: 48 → 22

Maret: 56 → 12

April: 61 → 13

Mei: 30 → 24

Imbauan DPRD

Wakil Ketua Komisi A DPRD Bontang, Ubayya Bengawan, mendorong masyarakat dan pemerintah untuk terus waspada.

"Masyarakat harus menerapkan 3M yakni Menguras, Mengubur, dan Menutup. Penyebaran itu biasa terjangkit di air," jelasnya, terpisah.

"Dinas Kesehatan juga harus lebih peka terhadap masalah ini, harus adanya sosialisasi, kalau perlu setiap RT juga dilibatkan dan menggalakkan fogging," tegasnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan warga untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Pemerintah harus segera bertindak untuk memutuskan mata rantai penyebaran DD juga DBD.

"Nah, masyarakat juga harus menggalakkan pola hidup sehat, ketika ada potensi terjangkit penyakit masyarakat bisa kebal dari virus," tutupnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :