EKSPOSKALTIM, Mahulu - Lingkungan yang kotor menjadi faktor dominan timbulnya penyakit. Hal ini semestinya ditanamkan dalam diri masyarakat Kampung Tiong Ohang, Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
Pasalnya, sebagaian besar masyarakat di daerah ini terjangkit penyakit yang disebabkan faktor lingkungan yang kotor, karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kualitas kebersihan lingkungan.
Hal ini disampaikan oleh Koordinator Layanan Kesehatan (Yankes) Puskesmas Tiong Ohang, Paulus Imang, saat ditemui di Puskesmas pada Jumat (21/10) sore lalu.
Ia menerangkan, dari beberapa kasus penyakit yang ditangani di Puskesmas Tiong Ohang ini, tercatat penyakit-penyakit tersebut disebabkan oleh penyebaran virus dari lingkungan yang kotor.
"Kebanyakan kasus penyakit yang kami temukan seperti Ispa, DBD, dan diare. Penyakit-penyakit disebabkan nyamuk, dan virus dari lingkungan yang tidak bersih," bebernya.
Dari data yang ada di Puskesmas ini, peningkatan penyakit dampak lingkungan tidak bersih itu terjadi di setiap tahunnya, dimana penyakit diare menjadi penyakit paling dominan ditemukan.
"Kasus Ispa dan DBD masih dalam tahap wajar. Tapi kalau kasus penyakit diare sangat tinggi, bahkan di bulan lalu mencapai hingga puluhan orang," ujarnya.
Menurutnya, kasus diare ini meningkat dikarenakan kesadaran masyarakat masih minim dalam menjaga kebersihan, ditambah dengan kebiasaan mengotori dan mengkonsumsi air di sungai yang sama.
"Beberapa upaya telah kami lakukan untuk menyadarkan masyarakat seperti penyuluhan dan sosialisasi, bahwa menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan itu penting," tutupnya.(Adv)

