Bontang dorong kemitraan usaha besar, koperasi Merah Putih, dan UMKM untuk memperkuat ekonomi rakyat serta wujudkan model kolaborasi inklusif.
EKSPOSKALTIM, Bontang - Dukungan untuk Koperasi Merah Putih di Kota Bontang berkembang dengan menggandeng kemitraan usaha besar dan pelaku UMKM lokal. Terobosan ini menjadikan Kota Bontang yang pertama mengimplementasikan model kolaborasi ini di Provinsi Kalimantan Timur, bahkan mungkin di Indonesia.
Meski tengah dihadapkan tantangan ekonomi global dan fluktuasi industri energi, Pemerintah Kota Bontang tak ingin kehilangan momentum untuk melahirkan terobosan baru dalam penguatan program Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Langkah ini menjadi bentuk konkret dari semangat "Bontang Berbenah" dan implementasi langsung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya poin keenam, yaitu pemberdayaan koperasi dan UMKM sebagai penggerak ekonomi rakyat.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang mendorong lahirnya gerakan kemitraan usaha besar dan Koperasi Merah Putih sebagai model kolaborasi ekonomi baru yang lebih inklusif dan berkeadilan.
"Kami ingin mengubah pola lama. Selama ini investasi besar masuk, tapi manfaatnya belum sepenuhnya menyentuh rakyat kecil. Karena itu, kami mempertemukan usaha besar dengan koperasi Merah Putih sebagai penghubung yang konkret antara industri besar dan UMKM lokal," jelas Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur.
Kota Bontang selama ini dikenal sebagai daerah industri dan energi, rumah bagi perusahaan besar di sektor migas dan petrokimia. Namun, di balik geliat investasi besar, pemerintah daerah menyadari masih terbatasnya manfaat langsung yang dirasakan oleh pelaku ekonomi kecil dan menengah.
Banyak UMKM lokal belum tersambung ke rantai pasok industri besar, sementara koperasi di tingkat kelurahan masih berjuang memperkuat struktur bisnisnya.
Terobosan ini menempatkan Koperasi Merah Putih sebagai simpul penggerak ekonomi di setiap kelurahan. Koperasi tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan rakyat, tetapi juga sebagai jembatan bisnis antara usaha besar dan UMKM.
Setelah diresmikan secara serentak di 15 kelurahan di Kota Bontang, Koperasi Merah Putih kini menjadi instrumen strategis dalam menumbuhkan ekosistem ekonomi lokal yang produktif dan mandiri.
Inisiatif kemitraan ini juga mencerminkan sinkronisasi antara kebijakan daerah dan agenda nasional. Dalam Asta Cita-nya, Presiden Prabowo Subianto menempatkan pemberdayaan koperasi dan UMKM sebagai prioritas utama untuk memperkuat fondasi ekonomi rakyat.
Kemitraan usaha besar dan koperasi Merah Putih diharapkan mampu menciptakan multiplier effect, meningkatkan produktivitas, memperluas lapangan kerja, dan menumbuhkan kemandirian ekonomi berbasis komunitas.
Dengan skema kemitraan yang saling menguntungkan, pelaku UMKM akan naik kelas, koperasi menjadi kuat, dan perusahaan besar memperoleh mitra lokal yang tangguh.
"Langkah Bontang dinilai sebagai contoh implementasi nyata di tingkat daerah bagaimana kebijakan nasional diterjemahkan menjadi aksi lokal yang berdampak langsung," sebut Aspiannur.
Gerakan ekonomi ini menjadi pengejawantahan nyata dari visi Wali Kota Bontang yang menekankan transformasi, kolaborasi, dan inovasi. Pemerintah daerah tidak hanya mendorong pertumbuhan, tetapi memastikan pemerataan manfaat agar setiap warga turut merasakan dampak positif pembangunan dan investasi.
"Sinergi antara usaha besar, koperasi, dan UMKM diharapkan menjadi model pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berkeadilan. 'Kemitraan Kuat, Ekonomi Hebat'," pungkasnya.

