EKSPOSKALTIM, Bontang - Terkait pencairan dana tabungan kesejahteraan purna tugas pegawai BNI Life, Pemkot Bontang memastikan pencairan dana akan dilakukan pada pertengahan bulan ini.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bontang Artahnan Saidi, saat pelaksanaan rapat kerja bersama Komisi I DPRD Bontang yang dihadiri oleh Ketua Komisi I DPRD Bontang Agus Haris, Senin (6/3) siang.
Artahnan menuturkan, kerja sama antara BNI Life dengan Pemkot Bontang sudah terjalin sejak 2009. Nasabah yang merupakan PNS dan honorer tersebut berjumlah 3.669 orang. Kala itu, saldo tabungan sudah mencapai Rp 55 miliar. “Itu atas nama SKPD, bukan perorangan,” kata dia.
Dikatakan Artahnan, pencairan BNI Life akan terlaksana pada pertengahan bulan maret.
Meski demikian, tak serta merta dapat dilakukan pencairan begitu saja. Proses pencairan akan melewati proses verifikasi data terlebih dahulu.
“Proses verifikasi data, yakni mencocokkan data BNI Life dengan data yang ada di BKD (Badan Kepegawaian Daerah),” jelas dia.
Setelah proses itu selesai, baru pihak BNI life akan mengucurkan dana tersebut melalui BKD Bontang. Sekira satu atau dua minggu waktu yang dibutuhkan dalam proses ini.
Sehingga diperkirakan dapat dicairkan di Maret, minggu kedua. “Karena saat itu verivikasi data sudah selesai dilaksanakan,” ujarnya.
Artahnan menambahkan, pihaknya akan melakukan pemutusan kerja sama dengan pihak BNI Life. Setelah dilakukan addendum terhadap isi kontrak. Isinya, mengenai sanksi penalti kepada nasabah sebesar 5 persen, terkait pemutusan kerja sama kontrak tersebut.
“Semua sudah dibicarakan, terkait sanksi yang diberikan pihak BNI Life,” ujar dia.
Terkait bank mana yang akan ditunjuk untuk pencairan dana BNI Life, pihak BKD telah menerima beberapa usulan di beberapa bank yang ada di Kota Taman. “Ada dua bank yang sudah mengajukan diri, diantaranya Bank Kaltim (BPD) dan BNI,” terangnya.

