EKSPOSKALTIM, BONTANG - Masih ingat dengan Sumiati (80), nenek renta yang rela berjualan kripik di Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, demi menyambung hidup ditengah keputusannya untuk hidup dengan kemandirian tanpa ingin menyusahkan anak-anaknya.
Di Bulan Ramadhan ini Sumiati mendapat berkah melalui uluran tangan Wali Kota Bontang Neni Moernaeni berupa satu unit rumah kontrakan untuk ia tinggal bersama suaminya paimin (82) di jalan Awang Long, Parikesit RT 12, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Baru.
Dari pantauan Eksposkaltim, Rumah petakan berwarna merah yang baru ditempati itu berukuruan sekitar 4x2 meter itu, memiliki dapur dan dua kamar. Bahkan lantainya pun beralas keramik, yang tentunya jauh lebih layak ketimbang sebelumnya tinggal digubuk reok milik warga.
Pemilik rumah kontrakan tersebut, Ida Rianto, mengatakan Walikota meminta kepada dirinya untuk menyediakan satu rumah petakan untuk ditinggali Sumiati beserta suaminya.
“Tadi siang ditelpon sama bunda (sapaan akrab Neni,red) agar membersihkan satu petakan untuk keluarga bapak Paimin tinggal disini, makanya bapak itu tadi diantar sama Satpol PP atas perintah bunda,” ungkapnya saat ditemui di rumah petakan tempat Paimin ditampung. Rabu (15/6/2016) siang tadi.
Tak hanya sampai disitu, Paimin, suami dari sumiati ini pun diberi pekerjaan merawat kebersihan lingkungan rumah sewa milik Ida yang berjumlah 25 rumah petak. Ida juga memberikan sedikit lahan didepan rumah petakannya, untuk ditempati Sumiati berjualan seperti yang ia lakoni selama ini dalam menyambung hidup.
“Dari pada ia pergi mengumpulkan kardus dijalan, kan kasian. Makanya saya menyuruh dia merawat kebersihan lingkungan sekitar rumah petak ini, diantaranya memotong rumput jika terlihat panjang, dan membuang sampah yang numpuk. Kalau buat nenek, saya suruh jualan di belakang pos ronda depan rumah biar gak jauh lagi jualan hingga larut malam,”tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, Paimin dan Sumiati selama mendatangi pulau Kalimantan dari pulau jawa sejak tahun 80an dan menapakkan kaki mereka pertama kali di sangatta, Kutim, hingga tinggal di Jalan Awang Long, Bontang Utara selama bulan. Kedua pasangan ini mengatakan telah dikaruniai 7 orang anak.(*)

