EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Sepak terjang Abdul Rahman alias Beddu (44) bandar kondang narkotika jenis sabu yang dikenal licin akhirnya berakhir ditangan petugas Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan, Selasa (4/4) sore sekira pukul 16.15 Wita.
Ia diamankan di kawasan sekitar Pelabuhan Itci kawasan Balikpapan Barat, tempat dimana diduga menjadi sarang lelaki bertato ini mengedarkan sabu. Sebelumnya sinergi BNNK dengan pihak Kepolisian dalam pengejaran Beddu membuahkan hasil cemerlang. Beddu yang juga diduga sebagai salah satu jaringan sindikat pemasok sabu ke Kota Minyak ini masuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) sejak beberapa bulan belakangan.
"BNNK Balikpapan telah melakukan penindakan dan penangkapan pelaku peredaran narkotika jenis sabu yang dilakukan jaringan BD. Atas nama Abdul Rahman alias Beddu telah kami tahan di BNNK Balikpapan," terang AKBP Halomoan Tampubolon, Kepala BNNK Balikpapan.
Ia membenarkan kawasan yang juga masuk dalam pengawasan pihak BNNK pasca Operasi Bersinar pertengahan tahun lalu itu sebagai rumah tersangka yang diketahui beralamat di Jalan Letjen Suprapto Rt 7 No 13 Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat.
Sebelum Ops Bersinar, kala itu dari data yang dihimpun media ini tak kurang dari lima kali upaya penggerebekan sejak awal tahun. Dari sana sedikitnya sudah ada tujuh buah CCTV yang diamankan.
Selain itu beberapa buah senjata api laras panjang, revolver, brankas, air soft gun dan beberapa petunjuk sabu seperti plastik bening dan korek api juga berhasil diamankan.
Meski kawasan itu telah dalam pengawasan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan dan satu buah rumah kontrakan di police line, peredaran terselubung masih dilakukan karena Bedu tak kunjung diamankan.
Dari tangan Beddu, petugas mengamankan nakotika jenis sabu seberat 6,02 gram sebagai barang bukti, uang tunai hasil penjualan narkotika sebesar Rp 32,596 juta. Dari tangan tersangka petugas juga mengamankan timbangan digital sebanyak 3 unit, plastik klip pembungkus narkotika sebanyak 1 bal, serta 9 unit ponsel berbagai merek.
Selain Beddu saat itu pihak BNNK juga berhasil memergoki 5 orang lain yang diduga akan membeli narkotika dari tersangka. Lima orang tersebut yakni, Abdullah dengan hasil test urin negatif, serta Seria, Abdul Rais, Purra, dan Hamid dengan hasil tes urin positif. Saat ini petugas masih melakukan pengembangan dan penyidikan lebih lanjut.
Beddu serta lima orang lainnya masih dalam pengawasan BNNK Balikpapan. Selama dalam pengejaran petugas Kepolisian maupun BNN, ternyata tersangka selalu berpindah-pindah tempat. “Tidak sempat melakukan perlawanan karena langsung kami sergap,” jelasnya.

