Bontang, EKSPOSKALTIM – Pembangunan pelataran wisata Bontang Kuala belum rampung. Namun, sejumlah mur dan baut di jembatan Anjungan justru sudah hilang.
Proyek tahap pertama sepanjang 205 meter dan lebar 32 meter itu ditargetkan selesai akhir 2024. Rencana pembangunan tahap dua pun mulai terdengar di masyarakat.
Sayangnya, jelang rampungnya tahap pertama, hampir semua baut dan mur di pembatas jembatan dilaporkan lepas. Ada yang hilang total, ada pula yang hanya tersisa baut atau mur saja.
Staf Pemerintahan Ketentraman dan Ketertiban Umum (Pemtrantibum) Bontang Kuala, Kunsari, menduga pelepasan ini bukan karena faktor alam.
"Hilangnya baut dan mur dari jembatan itu kita tidak dapat ketahui apakah karena getaran hentakan dari jembatan atau pihak oknum yang tidak bertanggung jawab," ujarnya kepada EKSPOSKALTIM, Jumat (14/6) malam.
"Karena ini kan pemasangan dari bawah papan, ukuran panjang baut 20 cm, curiga saya sih ada oknum yang tidak bertanggung jawab yang ingin mengambil. Kita juga tidak dapat memantau 24 jam, jadi terjadilah copotnya baut dan mur dari papan," tambahnya.
Kunsari menyebut kondisi ini sangat membahayakan, terutama jika pembatas yang longgar dijadikan tempat bersandar oleh pengunjung.
"Sebenarnya ini sangat berbahaya, ini kan patokan untuk orang bersandar. Jika terdapat sedikitnya enam pengait yang hilang, bisa jadi pembatas itu goyang. Kalau ramai orang bersandar, dikhawatirkan batas di pinggiran jembatan itu roboh, takutnya orang-orang yang bersandar ini jatuh ke bawah," jelasnya.
Ia memastikan akan ada pemantauan dan perbaikan. Keamanan dan pengawasan juga akan ditingkatkan oleh pihak kelurahan.
"Karena ini berada di wilayah kelurahan BK, kita pantau, beri imbauan, monitoring, pengawasan juga perbaikan," katanya.
Senin pekan depan, Pemtrantibum akan bertemu Plt Lurah Bontang Kuala. Koordinasi akan dilakukan dengan linmas yang selama ini mengatur parkir dan keamanan.
"Yang jelas Senin besok kita akan sampaikan ke Plt Lurah. Di sini kan pengaturan parkir dilakukan oleh linmas. Sementara, kita antisipasi dengan imbauan ke masyarakat melalui penyampaian mereka. Yang jelas, pasti ada tanggung jawab moral. Plt Lurah BK harus mengambil peran aktif," tutupnya.

