EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Pemerintah Australia menyatakan minatnya untuk menjalin kemitraan jangka panjang dengan Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, khususnya di sektor infrastruktur dan pendidikan.
“Balikpapan punya potensi besar, dan kami melihat peluang besar untuk kerja sama di bidang pendidikan serta infrastruktur,” ujar Konsul Jenderal Australia untuk Wilayah Timur Indonesia, Todd Dias, saat berkunjung ke Balikpapan, Jumat (25/4).
Australia, kata Dias, berkomitmen menjalin hubungan yang tidak hanya bersifat seremonial. Melainkan kemitraan langsung dan berkelanjutan. Dua sektor utama yang menjadi fokus adalah pendidikan dan infrastruktur—dua hal yang dinilai krusial dalam pengembangan kota Balikpapan ke depan.
Hadirkan Kampus Australia di Balikpapan
Di sektor pendidikan, Australia tengah menjajaki peluang pendirian kampus cabang Central Queensland University (CQU) di Balikpapan. Kampus ini akan menawarkan program studi yang selaras dengan karakteristik ekonomi lokal, seperti teknik, energi, dan industri.
“Kami sedang mencari lokasi strategis untuk kampus ini. Fokusnya pada pendidikan vokasi dan teknologi yang dibutuhkan dunia industri,” ungkap Dias.
Selain menghadirkan kampus, Australia juga mendorong peningkatan jumlah pelajar dari Balikpapan yang melanjutkan studi ke Negeri Kanguru. Saat ini, ada sekitar 150 alumni pendidikan Australia di Kalimantan Timur, dan jumlah itu diharapkan terus bertambah.
“Kami ingin masyarakat Balikpapan punya akses yang lebih luas ke pendidikan berkualitas di Australia—baik di jenjang sarjana, pascasarjana, maupun pelatihan jangka pendek,” tambahnya.
Fokus Sanitasi dan Daya Tarik Investasi
Sementara itu, pada sektor infrastruktur, Australia telah menunjukkan keseriusannya melalui dukungan terhadap proyek pengolahan air limbah dari kawasan Sepinggan hingga Magasari. Proyek ini masuk dalam skema Kemitraan Infrastruktur Indonesia-Australia dan telah mendapatkan pendanaan untuk studi kelayakan serta desain teknis.
Desain proyek tersebut ditangani konsultan asal Australia dan ditargetkan memasuki tahap lelang pada tahun 2026 dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
“Proyek ini menggunakan standar tinggi dan dirancang agar menarik minat investor, sebagai bukti komitmen Australia membangun sanitasi kota yang layak dan berkelanjutan,” ujar Dias.
Todd Dias menegaskan Australia tidak sekadar datang dan pergi. Mereka ingin menjadi mitra strategis yang hadir secara konsisten, membangun hubungan yang konkret dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat Balikpapan.

