PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

ABK di Bontang Tak Langsung Masuk Kelas Reguler, Harus Lalui Penilaian Awal

Home Berita Abk Di Bontang Tak Langsu ...

ABK di Bontang Tak Langsung Masuk Kelas Reguler, Harus Lalui Penilaian Awal
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Bontang, Nuryadi.

EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Penerimaan anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah negeri di Kota Bontang dilakukan proses penilaian terlebih dahulu sebelum ditentukan bisa bergabung di kelas reguler.

Kebijakan ini diterapkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) sebagai bagian dari penerapan pendidikan inklusif yang lebih terarah dan sesuai kebutuhan masing-masing anak.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Nuryadi, menjelaskan bahwa tahapan asesmen menjadi langkah penting untuk melihat kemampuan dasar serta kesiapan anak mengikuti pembelajaran di sekolah umum.

“Penilaiannya itu meliputi aspek akademik awal, kemampuan bersosialisasi, hingga adaptasi terhadap lingkungan sekolah,” sebutnya, Sabtu (18/4/2026).

Menurutnya, hasil asesmen menjadi dasar dalam menentukan bentuk layanan pendidikan yang paling sesuai.

Pasalnya, tidak semua ABK otomatis ditempatkan di kelas reguler, karena kondisi tiap anak berbeda dan membutuhkan pendekatan yang spesifik.

“Dari hasil evaluasi itu, kita bisa melihat apakah anak bisa mengikuti pembelajaran di sekolah umum dengan dukungan tertentu, atau lebih tepat diarahkan langsung ke SLB,” jelasnya.

Pihaknya turut melibatkan tenaga profesional seperti psikolog dan tim ahli lainnya agar hasil yang diperoleh lebih akurat dan objektif.

Ia menambahkan, kebijakan ini juga bertujuan menjaga kualitas proses belajar mengajar di kelas.

“Karena kalau tidak sesuai justru dapat berdampak pada perkembangan anak maupun jalannya di kelas,” tegasnya.

Meski jalur inklusi telah disediakan di sekolah negeri dengan kuota tertentu, realisasi penerimaan ABK tidak selalu terpenuhi setiap tahun. Hal ini dipengaruhi oleh hasil asesmen dan keputusan orang tua.

Selain itu, kesiapan sekolah juga menjadi tantangan tersendiri. Keterbatasan tenaga pendamping khusus dan fasilitas pendukung masih menjadi kendala dalam pemerataan pendidikan inklusi di seluruh sekolah.

“Yang jelas, kami tetap membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi semua anak, termasuk ABK,” pungkasnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :