Foto Arsyad
EKSPOSKALTIM, Bontang - Sudah lima hari sampah yang ada di kawasan pasar rawa indah belum juga dibuang atau belum di angkut. Pengangkutan lamban, sehingga sampah menumpuk di beberapa titik tempat sampah yang ada di kawasan tersebut. Akibatnya, masyarakat banyak yang komplain terkait buruknya pelayanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bontang.
Karena lambannya pengangkutan, masyarakat terpaksa membiarkan sampah menumpuk di pinggir jalan, lantaran tidak ada penampungan terdekat dikawasan itu untuk menjadi pembuangan sampah oleh masyarakat sekitar meski menimbulkan bau menyengat.
Ambo, warga sekitar pasar Rawa Indah mengatakan, sebelumnya dirinya kerapkali membuang sampah ketempat penampungan sampah, namun setelah penampungan tersebut di tutup dan warga dilarang untuk membuang sampah di kawasan itu, sampah yang ada sekitar rumah Ambo mulai menumpuk hingga sekarang masih berlanjut.
“Ini sudah berapa hari tidak ada lewat pengangkut sampah, padahal mereka kan di gaji. Kita yang kasian disini, bingung mau buang kemana sampahnya. Kemarin dikawasan sini ada tempat kami membuang sampah, tapi sekarang ditutup,” Kata Ambo Warga RT 28, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, Sabtu (07/05/2016).
Lanjut Ambo, pemerintah harus tegas dalam menangani masalah ini dengan memfungsikan petugas-petugas pembuang sampah, sehingga tidak terjadi lagi penumpukan sampah. Namun kata Ambo, jika petugas pembuang sampah tidak berfungsi sebagai mana mestinya, pemerintah harus mengambil langkah.
“Kalau dia malas, ya di pecat aja. Kan masih banyak orang yang mau bekerja dan bisa menggantikan. kalau bisa tolong sampaikan kepada pemerintah agar petugas pembuang sampah tidak malas lagi,” Tegas Ambo
Sementara itu, Panna juga merupakan Warga di kawasan tersebut menambahkan, sebelumnya di kawasan ini memang sudah jarang dilintasi mobil pembuang sampah. Padahal menurutnya, pengangkut sampah itu merupakan salah satu harapan masyarakat untuk membantu membuang sampah.
“Saya juga bingung kenapa petugasnya malas-malas membuang sampah disini, mungkin gajinya kurang,” Tutupnya
Editor : Maulana

