EKSPOSKALTIM, Bontang- Persoalan hutang nampaknya masih akan dialami Lapas Kelas III Bontang tahun-tahun mendatang.
Kondisi perekonomian Bontang yang masih belum stabil juga berdampak pada kemampuan anggaran lapas.
Tunggakan pembayaran air bersih kepada PDAM Tirta Taman Bontang adalah satu dari sekian masalah yang menghantui. Bahkan, pembayaran tagihan air dilakukan lapas dengan gali lubang-tutup lubang dari anggaran setiap tahunnya.
“Jika keadaan seperti ini bertahan, setiap tahun kita akan berhutang, karena kalau sudah sekali kita berhutang maka akan sulit untuk menutupinya, trennya seperti itu,” ungkap Kepala Lapas Kelas III Bontang Heru Yuswanto, saat ditanya awak media usai rapat kerja bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang, Senin (20/3) siang.
Ia mengatakan, permasalahan tidak terjadi pada pembayaran air bersih saja. Permasalahan baru muncul dari sumber lain, seperti listrik yang juga mengalami penunggakan pembayaran.
“Kemungkinan, fasilitas listrik juga mengalami hal yang sama dengan air. Hanya saja nominal tunggakan tidak sebesar utang kita pada PDAM. Kami juga sering mengalami keterlambatan pembayaran listrik,” jelasnya.
Ia merasa kecewa terhadap respons yang diberikan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Hukum dan Ham terkait koordinasinya atas berbagai permasalahan. Pasalnya, sampai saat ini belum ada jawaban atas usulan permintaan dana yang diajukan.
“Berbeda dengan permintaan biaya kateringdi tahun lalu, dana cepat dikucurkan. Tapi kalau pengajuan pembayaran air, lama. Sama halnya dengan biaya listrik yang kita ajukan, responnya lambat,” keluhnya.

