19 April 2019
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Dari Deklarasi Pemilu Damai 2019, Kaltim Masuk Zona Hijau


Dari Deklarasi Pemilu Damai 2019, Kaltim Masuk Zona Hijau
Gubernur Kaltim Isran Noor, Pangdam Mulawarman dan Kapolda Kaltim hadiri acara Deklarasi Pemilu Damai 2019 dan Doa Bersama Lintas Agama. (EKSPOSKaltim/Muslim)

EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Pemprov Kaltim menggelar acara deklarasi Pemilu Damai 2019 dan Doa Bersama Lintas Agama, dengan tema pemilu damai, aman dan sejuk di Hotel Senyiur Samarinda, Kamis (11/4) malam.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Gubernur Kaltim Isran Noor, Ketua KPU Kaltim Rudiansyah, Ketua Bawaslu Kaltim Saipul Bahtiar, Pangdam VI / Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto dan Kapolda Kaltim Irjen Polri Priyo Widyanto.

Baca juga: Pemekaran Kelurahan di Bontang Terkendala Kantor

Selain itu, dihadiri pula pimpinan partai politik, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda. Kesemuanya hadir demi turut serta mengamankan Pemilu 2019.

"Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pemilih pemula untuk menggunakan hak pilihnya pada pelaksanaan pemungutan suara Pemilu Pilpres dan Pileg pada 17 April ini, " kata Isran.

Isran Noor mengatakan, partisipasi politik masyarakat menjadi hal penting dalam menyukseskan pesta demokrasi yang digelar lima tahun sekali. Hal tersebut tak bisa tercipta jika hanya bersandar pada peran penyelenggara Pemilu, seperti KPU dan Bawaslu. Jajaran pemerintah pusat dan daerah perlu berperan aktif terlebih masyarakat.

"Sukses pelaksanaan Pilpres dan Pileg tidak saja ditentukan kesiapan dari penyelenggara pemilu, pemerintah dan pemerintah daerah. Ataupun kesiapsiagaan dari aparat keamanan dalam mengantisipasi berbagai potensi kerawan Pemilu. Tetapi sinergitas yang kuat dan berkesinambungan antar pemangku kepentingan dalam upaya menciptakan Pemilu demokratis dan damai," tandasnya.

Isran juga mengapresiasi jajaran Kapolda dan dan Pangdam IV Mulawarman yang selalu mengawal tahapan Pilpres dan Pileg sampai sekarang, sehingga Kaltim tetap pada posisi zona hijau dan Kaltim tetap kondusif. Termasuk jajaran KPU Kaltim yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik.

"Saya apresiasi Kapolda yang telah menggelar acara ini dan baru pertama kalinya ada deklarasi. Saya yakin Kaltim aman menjelang Pemilu," kata Isran.

"Saya apresiasi Polda. Sebab baru kali ini ada Polda menginisiasi deklarasi pemilu damai dan didukung seluruh tokoh agama, masyarakat, adat, pimpinan parpol termasuk lintas agama. Ini bukti komitmen kita untuk menyukseskan Pemilu di Kaltim," paparnya.

Isran Noor juga optimis, penyelenggaraan Pilpres dan Pileg di seluruh wilayah Kaltim bisa berjalan aman dan lancar, itu berkat kesiapsiagaan aparat termasuk partisipasi masyarakat ditandai penandatanganan deklarasi pemilu damai.

"Walaupun demikian, kita perlu waspada terhadap berita hoaks maupun orang-orang yang tidak bertanggungjawab menyebarkan provokasi yang dapat mengganggu kelanacaran pesta demokrasi Pilpres dan Pileg. Mari kita jaga kerukunan dan persatuan. Kita boleh berbeda pilihan tapi jangan membuat terpecah. Tetap jaga kerukunan dan kedamaian," ajak Isran.

Kapolda Kaltim Irjen Priyo Widyanto berharap Pemilu tahun 2019 berlangsung aman. Untuk menjamin keamanan tersebut, kata dia, pihaknya mengerahkan 5.000 personil dengan dibantu sekitar 2000 personil dari TNI untuk mengamankan pemilu 2019.

Baca juga: Antisipasi Serangan Fajar, Bawaslu Kaltim Gandeng Caleg Bersih

"Jangan sampai ada yang mencoba merusak atau mengganggu masyarakat yang ingin menggunakan hak suaranya. Kami akan memberikan keamanan ekstra untuk titik rawan di kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan," kata Priyo.

Mayjen TNI Subiyanto akan memberikan perhatian penuh terhadap kondisi pasca pencoblosan. Pada saat perhitungan suara akan menjadi kerawanan dalam kericuhan pemilu.

"Kita terus antisipasi setelah 17 April 2019. Biasanya ada beberapa orang yang tidak puas, jangan sampai ketidakpuasan itu akan berakhir dengan kericuhan," tegasnya.

Dia menghimbau kepada masyarakat untuk memberikan suaranya atau tidak golput.

Acara deklarasi ditandai dengan tanda tangan dari seluruh pihak terkait dan ditetapkan oleh Gubernur Kaltim, Ketua KPU Kaltim, Ketua Bawaslu Kaltim, Kodam VI / Mulawarman, dan Kapolda Kaltim.

Doa lintas agama dilakukan oleh 6 pemuka agama. Salah satunya, Ketua MUI Kaltim KH Hamri Has perwakilan dari Agama Islam. (*)

Reporter : Muslim Hidayat    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0