17 Agustus 2019
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Dinkes Kutim Galakkan Pencegahan Stunting Sejak Dini


Dinkes Kutim Galakkan Pencegahan Stunting Sejak Dini
Jemy R saat memberikan edukasi kepada warga Sangkima.

EKSPOSKALTIM.com, Kutim - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memberikan edukasi gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang anak dan imunisasi, serta sanitasi berbasis lingkungan sebagai langkah pencegahan stunting untuk warga Sangatta Selatan.

Baca juga: Antisipasi Serangan Fajar, Bawaslu Kaltim Gandeng Caleg Bersih

Ada enam materi yang dibahas. Antara lain, mengenal stunting, tumbuh kembang anak, gizi seimbang, pentingnya imunisasi, pola hidup bersih dan sehat (PHBS) mencakup kebiasan cuci tangan, dan kesehatan lingkungan.

Perwakilan dari Dinas Kesehatan Kutim, Jemy R mengatakan pencegahan stunting dapat dilakukan sejak dini. Menurutnya, penyebab tingginya pengidap stunting di Kutim karena kurangnya edukasi kepada ibu dan remaja putri.

"Stunting adalah kondisi gagal tumbuh balita akibat kekurangan gizi kronis pada 1000 hari kelahiran sehingga menyebabkan tinggi anak balita jadi pendek daripada seusianya, jaga remaja putri dari sekarang cegah anemia agar bayi tidak terlahir stunting," ucap Jemy di Aula Anggrek Hitam Desa Sangkima, Selasa (9/4/2019).

Baca juga: Pemekaran Kelurahan di Bontang Terkendala Kantor

Selain itu ada beberapa faktor penyebab bayi terlahir stunting. Di antaranya, kurangnya pengetahuan, pelayanan kesehatan, ketersediaan air bersih, higiene sanitasi diri dan lingkungan serta ketersediaan pangan.

Kepala UPT Puskesmas Sangatta Selatan Eko Handoyo menyatakan, pihaknya ke depan akan melakukan pemantauan pada remaja putri ke sekolah, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

"Kita akan lakukan pemantauan ke setiap sekolah, terutama remaja putri, lebih baik kita cegah dari sekarang agar tidak ada lagi bayi terlahir stunting," ungkapnya.

Untuk diketahui Kabupaten Kutai Timur memiliki kasus stunting sekitar 8,60 persen dengan jumlah varitas stunting sebesar 2.088 dari jumlah balita sebanyak 33.194 anak.(adv)

Reporter : F26    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0