PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

KRISIS BAHAN BAKU, SEJUMLAH ANGGOTA KELOMPOK PENGRAJIN INI ALIH PROFESI

Home Berita Krisis Bahan Baku, Sejuml ...

KRISIS BAHAN BAKU, SEJUMLAH ANGGOTA KELOMPOK PENGRAJIN INI ALIH PROFESI
Eksposkaltim / Arsyad

EKSPOSKALTIM, Bontang - Kelompok kios Bantanan Jaya merupakan salah satu kelompok pengrajin olahan daun kelapa di Kota Bontang, yang masih eksis mempertahankan seni tradisional, ditengah kecanggihan teknologi yang terus berkembang saat ini.

Hanya bermodal daun kelapa kering, para pengrajin dikelompok ini mampu menyulapnya menjadi barang yang bernilai jual di pasaran.Ketua kelompok Kios Bantanan Jaya, Eni Wati, mengatakan kelompok ini telah berdiri sejak tahun 2000 silam.

" Awalnya, mayoritas warga disini memiliki suku yang sama, yaitu Mamuju, dan rata-rata memiliki keahlian sebagai pengrajin olahan daun kelapa secara tradisional," kata Eni Wati, saat ditemui di sekretariat kelompok kios Bantanan Jaya, Jalan WR Supratman, Tanjung Laut, Bontang Selatan, Senin (20/6/2016).

Erni menerangkan, dari beberapa daun kelapa kering tersebut, nantinya akan diolah oleh tangan-tangan kreatif mereka, untuk menghasilkan sejumlah barang seperti, atap, kulit ketupat, dan sapu lidi.

"Jika dari perpaduan antara daun kelapa dan tulang daun kelapa, kita dapat jadikan atap rumah, kulit ketupat dan sapu lidi. Tetapi hingga saat ini, yang masih konsisten terjual adalah kulit ketupat, karena memiliki pelanggan tetap yang sudah sejak lama membeli disini," terangnya.

Namun, susahnya mendapat bahan baku daun kelapa, menjadi kendala yang harus dihadapinya saat ini. Kebanyakan daun yang di dapat dari pemasok, kurang berkualitas, dan tak dapat di olah secara keseluruhan.

"Sulitnya bahan baku juga menjadi kendala bagi kami, biasanya kami mengambil bahan baku dari daerah santan. Saat ini, produktifitasnya memang sedang tidak tinggi, karena sering mengalami kerusakan pada daun. Sulitnya menjual barang yang sudah dirakit, dan harus tersimpan lama, membuat barang jadi rusak karena dimakan rayap, otomatis menurunkan nilai jual," pungkasnya.

Erni mengungkapkan, pekerjaan sebagai pengrajin olahan daun kelapan ini,  perlahan mulai di tinggalkan. Sebagian pengrajin yang tergabung dalam kelompoknya, sudah mulai beralih profesi.

"Saat ini anggota masih aktif berjumlah 20 orang. Sekarang sudah banyak yang beralih, entah menjadi buruh cuci, maupun buruh setrika. Sedangkan yang laki-laki, kebanyakan menjadi pekerja bangunan," tutupnya.


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :