EKSPOSKALTIM, Bontang - Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3k), adalah bentuk perawatan darurat pada korban yang mendapat kecelakaan atau penyakit mendadak, sebelum korban dibawa ke tempat rujukan atau Rumah sakit dan mendapat pertolongan pertama yang lengkap oleh dokter atau petugas kesehatan lainnya.
P3k diberikan untuk menyelamatkan korban, meringankan penderitaan korban, mencegah cidera atau penyakit yang lebih parah, mempertahankan daya tahan korban, dan mencarikan pertolongan yang lebih lanjut.
Dokter Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Islam Bontang (RSIB) Sitti Maisyaroh menjelaskan, jika terjadi kecelakaan, pertama – tama yang harus kita lakukan adalah jangan menonton, bahkan didokumentasikan." Jangan dikerumunin, beri ruang untuk korban agar bisa lebih tenang," kata Sitti, saat di temui di RSIB Sabtu, (18/6/2016)
Selanjutnya, cek keadaannya, apakah korban masih hidup atau sudah meninggal. Jika korban dalam hal ini tidak sadarkan diri atau pingsan, segeralah raba nadi yang ada di leher.
“Karena nadi yang ada di leher adalah nadi yang paling besar dan mudah untuk dirasakan denyutnya," jelasnya.
Sitti menambahkan, jika sudah merasakan denyut nadi korban, berarti korban masih bisa diselamatkan. Pada korban kecelakaan sepeda motor, dia menginstruksikan jangan langsung membuka helm yang dikenakan oleh korban.
“Jangan langsung melepas helm, jika anda tidak tahu cara melepas helm pada korban kecelakaan. Karena jika langsung dibuka, dikhawatirkan akan terjadi patah tulang leher, dan bisa mengakibatkan parahnya akibat kecelakaan tersebut," tandas Sitti.
Kata sitti, jangan pula langsung memindahkan korban jika anda tidak tahu cara melakukannya. Pindahkan korban dengan cara memegangi kepala dan leher, untuk menghindari efek cidera yang semakin parah.
“Dan jika memang sikorban tersebut harus dipindahkan, perhatikan tata cara memindahkannya. Memindahkan korban, yang paling perlu diperhatikan adalah posisi pada bagian kepala,” jelasnya
Lebih jauh ia menjelaskan, pada waktu memindahkan pasien, saat memegang perhatikan posisi kepala dan leher korban. Karena menurutnya, jangan sampai niat hati ingin meringankan , justru hanya menambah sakit korban tersebut.
Jika kondisi korban sangat tidak mungkin untuk dilakukan pertolongan, maka segeralah panggil yang dapat melakukan pertolongan seperti pihak kepolisian, atau hubungi rumah sakit terdekat agar bisa dilakukan pertolongan.

