EKSPOSKALTIM, Bontang - Sejak ditinggal sang suami menghadap sang pencipta di tahun 2007 silam, Itanri Mariana (59), istri almarhum Lasiri ini menjalani kehidupan dengan begitu memprihatinkan. Bagaimana tidak, kini hidupnya hanya bergantung dari upah keringat anak keduanya, Halijah (24), yang bekerja sebagai jasa tukang cuci gosok di perumahan Badak NGL.
“Sejak saya disini (Sidrap. red), saya tidak pernah didatangi pemerintah, baik itu Rukun Tetangga (RT) maupun Lurah. Saya beserta 2 anak dan 1 cucu, hanya berharap menyambung hidup dari hasil gaji anak saya. Selebihnya sudah tidak ada lagi karena saya tidak kerja,” ujarnya, saat ditemui Eksposkaltim di kediamannya dijalan Pupuk Raya (Sidrap), Kelurahan Bontang Utara, Kamis (16/6/2016).
Penderitaan Itanri tak hanya sampai disitu, Gubuk kayu berukuran 5X10 meter yang ia tinggali bersama anak dan cucunya, hanya beralaskan plastik diatas lantai tanah tak bersemen, atau bahkan berkeramik. Acapkali, ia pun mesti terbangun dari tidur nyenyaknya saat hujan turun. Bagaimana tidak, hanya dengan hujan rintik saja, airpun sudah merembes masuk kedalam rumah.
“Rumah ini dibeli dari hasil kerja saya juga, waktu jadi tukang cuci gosok di tahun 2013 lalu, dengan harga 3 juta rupiah. Rumah saya ini, kalau hujan rintik saja pak, air sudah masuk kedalam rumah. Karena posisi rumah ini dibawa tebing-tebing rumah warga, jadi pembuangan air dari atap rumah mereka, mengalir kesini semua,” ungkapnya.
Itanri berharap, Pemerintah Kota Bontang bisa berkunjung kegubuknya, guna memberikan sedikit nafas baru untuk ia melanjutkan hidup bersama ke 2 anak dan 1 cucunya yang ikut tinggal bersamanya.(*)


