EKSPOSKALTIM, Bontang - Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syamsul Ma'arif (STIT SYAM) Bontang merupakan satu-satunya perguruan tinggi agama Islam yang ada di Kota Bontang dan secara resmi terdaftar diDepartemen Agama. Ketua Prodi STIT SYAM, Hasanuddin Hakam, mengatakan perguruan tinggi ini berawal dari mimpi untuk memenuhi keinginan masyarakat Bontang dalam melanjutkan pendidikan ketingkat perguruan tinggi agama, tanpa harus keluar Bontang atau meninggalkan pekerjaan.
“Keberadaan STIT SYAM Bontang merupakan salah satu pendukung program Pemerintah Kota Bontang, yaitu Smart City,” kata Hasanuddin saat ditemui di kantornya, Jalan Cut Nyak Dien Kelurahan Bontang Baru, Rabu (15/6/2016).
Hasanuddin menambahkan, kurikulum lokal yang diajarkan di perguruan tinggi ini sangat dominan dan lengkap. Melalui pola pendekatan yang praktis disertai keteladanan yang baik, kurikulum ini diyakini mampu mengantarkan mahasiswa dalam memahami, menghayati dan mengamalkan dinul Islam dengan baik, guna menata kehidupan yang lebih Islami
"Alhamdulillah, lingkungan kampus STIT SYAM telah terbentuk menjadi lingkungan yang Islami, sehingga lingkungan tersebut menjadi arus yang besar dan turut berperan dalam membentuk semangat belajar, semangat dalam mengaplikasikan nilai-nilai islami, dan kondusif untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan," urainya.
Hasanuddin mengungkapkan, pihak STIT SYAM berupaya menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berorientasi mutu, dan terjangkau dalam hal biaya perkuliahan.
"Insya Allah merupakan biaya kuliah yang paling murah, akan tetapi mutunya tidak kalah dengan perguruan tinggi yang mahal. Sampai saat ini jumlah mahasiswa yang belajar di Kampus STIT SYAM sebanyak 380 mahasiswa, " bebernya.
Hasanuddin mengatakan, kalau ingin mendirikan suatu lembaga pendidikan atau lembaga apapun, maka seyogyanya diawali dengan mimpi. Karena menurutnya, jika mimpi saja tidak ada, maka usaha untuk menggapai sesuatu pun diyakini tidak ada.
“Dari mimpi itu kita kita harus punya VISI yang jelas, usaha yang kuat, serta menggali potensi yang ada untuk dikembangkan. Dalam mengelola suatu perguruan tinggi, dituntut kebijakan dan wawasan serta keuletan, karena banyak tantangan yang menghambat perkembangannya," tuturnya.

