EKSPOSKALTIM, Bontang – Terkadang perdebatan mengenai puasa di masa kehamilan sering terjadi antara anda dan suami. Disatu sisi, suami anda bersikeras meminta anda menunda puasa karena alasan dapat berbahaya bagi janin. Disisi lain, anda tetap dengan pendapat anda bahwa berpuasa tidak akan membahayakan anda dan janin anda, selama anda bisa memberikan asupan nutrisi ketika sahur dan berbuka.
Polemik ataupun dilema kehamilan selama bulan puasa sebenarnya bisa anda sikapi, baik secara keagaamaan maupun secara medis. Terkait hal tersebut, Dokter Spesialis Kehamilan Rumah Sakit Islam Bontang (RSIB) Dr. Putu Satrya Wijaya, mengatakan pada prinsipnya puasa bagi ibu hamil itu di perbolehkan. Dengan catatan, kondisi ibu dan janin yang ada di dalam ibu hamil dalam keadaan sehat.
“Biasanya pada kehamilan yang bermasalah, pada awal kehamilan (trimester awal. red) dan di akhir kehamilan. Pada trimester awal, yaitu pada masa 4 bulan masa kehamilan, biasa terjadi mual muntah yang sangat berlebihan. Dan pada saat itu, memang sebaiknya jika merasa badan terasa lemas mual muntah berlebihan, kami menyarankan tidak di lanjutkan berpuasa,” kata Khairul saat ditemui di RSIB, Selasa (14/6/2016).
Lanjut Khairul, jika usia kandungan sudah menginjak 7 sampai 9 bulan, memang sudah membutuhkan nutrisi yang meningkat sehingga kadang badan terasa lemas jika memaksakan diri untuk berpuasa.
“Kadang juga ada keluhan bayi tidak terlalu aktif didalam perut. Kalau sudah seperti itu, kami anjurkan untuk tidak melakukan puasa. Namun menurut ajaran agama Islam, berpuasa bagi ibu hamil mendapat keringanan,” pungkasnya
Khairul mengungkapkan, sebuah kehidupan yang tumbuh di dalam rahim tergantung pada anda. Jika anda merasa lapar, maka janin akan kelaparan juga. Jika anda mengkonsumsi makanan sehat, janin akan sehat juga.
"Jika anda berpuasa selama kehamilan anda, maka sediakan nutrisi sepanjang hari sehingga janin tidak ikut berpuasa pula. Berikut cara yang bisa anda ambil ketika menjaga kesehatan janin selama kehamilaan, apabila ingin melakukan puasa yang paling aman ialah pada masa kehamilan minimal 4 sampai 8 bulan," katanya.
Agar kondisi ibu hamil kuat selama menjalankan ibadah puasa, Ia menyarankan minum banyak air sebelum sahur dan berbuka, untuk menghindari dehidrasi. Berbuka puasa dengan makanan sehat, yang mencakup jenis makanan beragam, untuk mendapatkan kecukupan gizi janin.
“Tingkatkan konsumsi makanan sehat yang bermanfaat untuk janin, seperti buah-buahan, susu, kacang, dan Jika anda merasa sangat lemah di hari anda berpuasa, maka beristirahatlah beberapa saat untuk memulihkan kondisi tersebut. Hindari terlebih dahulu kegiatan yang berat sehingga fisik anda cepat lelah,” pungkasnya.

