26 November 2020
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Bawaslu Diusulkan Berubah Jadi Pengadilan Pemilu


Bawaslu Diusulkan Berubah Jadi  Pengadilan Pemilu
Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Ida Budhiati. (foto:int)

EKSPOSKALTIM.com, Jakarta - Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Ida Budhiati, mengusulkan agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diubah menjadi Pengadilan Pemilu.

Usulan tersebut disampaikan mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini dalam poin kesimpulan naskah disertasi di Program Doktor Universitas Diponegoro Semarang.

Baca: Ketua IWO Bone Kecam Komentar Andi Hasno yang Dinilai Lecehkan Jurnalis

Menurutnya, keberadaan Bawaslu yang mengawasi pelaksanaan pemilu dinilai sudah tidak relevan dengan perkembangan pemilu masa kini. Sebab, fungsi pengawasan kini bisa dialihkan ke masyarakat sipil.

"Bawaslu agar ditransformasi menjadi pengadilan pemilu, fungsi pengawasan diserahkan kepada masyarakat sebagai wujud partisipasi," kata Ida, di Semarang, Jumat (20/7/2018) sore.

Dalam disertasi berjudul "Rekontruksi Politik Hukum Penyelenggara Pemilihan Umum di Indonesia", Ida memberi alasan mengapa kewenangan pengawasan yang ada di Bawaslu sudah tidak lagi relevan.

Salah satu contohnya ketika ada larangan mantan narapidana yang mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislatif. Menurut Ida, ketika muncul wacana itu, Bawaslu sudah mempunyai sikap dan pendapat tersendiri.

Kemudian, jika ada pihak yang mengajukan sengketa kemudian dalam sidang di Bawaslu, keputusan akhir dinilai akan sesuai dengan pernyataan awal, di luar sidang Bawaslu.

"Keputusan Bawaslu seperti itu apakah mencerminkan keadilan?" ucap Ida.

Salah satu persoalan lain soal pendaftaan calon anggota legislatif melalui sistem online. Dia mencontohkan jika ada pernyataan anggota Bawaslu yang menyebut pendaftaran melalui sistem online tidak terlalu penting.

Baca: Incar Kursi Ketua DPRD Bone, PPP Pilih Daftar di Waktu Ini

Ia menilai, ketika ada pihak yang mengajukan masalah terkait, kemudian diputuskan sesuai pendapat awal, berdasarkan pernyataan yang diucapkan di luar sidang Bawaslu, maka itu dianggap tidak lagi mencerminkan keadilan itu sendiri.

Menurut Ida, semestinya peran KPU dikuatkan sebagai lembaga penyelenggara pemilu. Sementara, pengawasan yang semula oleh Bawaslu dialihkan kepada masyarakat.

"KPU bisa mengatur lembaga-lembaga masyarakat yang melakukan pengawasan itu. Kalau misalnya ada aduan bisa langsung ke aparat hukum," ujarnya.

Kendati demikian, usulan perubahan kewenangan Bawaslu ke Pengadilan Pemilu butuh perjuangan panjang. Salah satunya, adalah dengan revisi undang-undang terkait.

"Ke depan, revisi undang-undang soal penyelenggara pemilu. Itu tidak bisa dikerjakan sendiri, namun secara bersama-sama," ujar mantan ketua KPU Jawa Tengah ini.

Ida sendiri akan menjalani ujian disertai terbuka pada Sabtu (21/7/2018) ini. Ia akan diuji langsung oleh Profesor Retno, Profesor Guntur Hamzah, Profesor Aji Samekto, Janedjri M. Gaffar, Hasyim As'ari, Ratna Herawati, hingga Mahfud MD.

Video Diduga Alami Kebocoran, Pipa Jargas BME Meledak

ekspos tv

Reporter : sumber: kompas.com    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0