EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Sebagai salah satu daerah langganan banjir, Kelurahan Gunung Telihan mengusulkan adanya pembentukan satuan tugas (satgas) penanganan banjir yang berbasis pemberdayaan masyarakat sekitar pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) beberapa waktu lalu.
Tercatat, dari 30 RT di wilayah tersebut, 12 RT menjadi lokasi langganan banjir. Baik akibat curah hujan yang tinggi, maupun banjir kiriman. Program penanganan banjir menjadi prioritas yang diusulkan.
Lurah Gunung Telihan Viki Rizki Riadis mengatakan, penanganan banjir nantinya fokus pada kebersihan dan perbaikan drainase, serta imbauan tidak membuang sampah sembarangan kepada warga akan rutin dilakukan.
Selain itu, Viki juga meminta dukungan dari masyarakat melalui swadaya gerakan gotong royong, serta melakukan antisipasi dini terhadap potensi banjir. Adapun untuk skala besar, teknisnya akan disinkronkan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Yang jelas kami minta perhatian khusus. Sebab, dampak dari banjir ini luar biasa,” kata pria berkulit sawo matang itu.
Menurutnya, selain menimbulkan kerugian materi yang cukup besar, infrastruktur ikut rusak, dan menghambat sarana prasarana umum. Untuk itu Viki juga meminta masyarakat untuk sadar akan kebersihan lingkungannya, maupun sadar dalam bermukim.
“Jika memang lokasi tersebut tidak layak untuk dibangun karena berisiko menimbulkan banjir, maka jangan dipaksakan untuk membangun di lokasi itu,” imbuhnya. (Adv)
Video APDESI Bone Ngadu Soal Data Rastra ke DPRD
ekspos tv

