23 September 2021
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Kecam Statement Tim Umar-Madeng, HMI Cabang Bone Pasang Badan Sukseskan Pilkada


Kecam Statement Tim Umar-Madeng, HMI Cabang Bone Pasang Badan Sukseskan Pilkada
Ketua Umum Terpilih HMI Cabang Bone, Muh. Sabir (foto;ist)

EKSPOSKALTIM.com, Bone Ketua Umum Terpilih Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bone, Muh Sabir mengecam pernyataan Muhammad Naim koordinator tim pemenangan bapaslon bupati dan wakil bupati Bone jalur independen, dr Rizalul Umar – Andi Mappamadeng Dewang.

Menyampaikan kekecewaannya atas proses verifikasi faktual yang tengah dijalani bapaslon dukungannya, Naim mengungkapkan ke media bahwa pihaknya akan memboikot pilkada di Bone.

Menanggapi hal itu, Sabir yang baru saja terpilih sebagai ketua HMI Cabang Bone, Sulsel, menilai penyataan tim bapaslon Umar-Madeng tersebut tidak pantas dilontarkan, apalagi harus dimediakan.

Sabir menegaskan, memboikot pilkada sama saja memboikot UUD 1945. “Perlu dipahami bahwa pilkada itu adalah produk dari sebuah aturan hukum, perundang-undangan, bahkan dalam konstitusi UUD 1945. Kegiatan memboikot pilkada sama halnya dengan menolak undang-undang,” kata Sabir dalam keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Kamis (16/2) malam ini.

Baca: Alasan 2 Paslon Pilgub Kaltim Tak Ikut Deklarasi Tolak Uang dan SARA

Sabir menambahkan, dari sudut pandang manapun, tidak ada hal yang membenarkan kegiatan boikot pilkada. Dalam pendekatan agama, sudah sangat jelas dijelaskan dalam beberapa hadits, begitupun dalam sudut pandang hukum positif.

“Disebutkan dalam HR Abu Dawud dari Abu Hurairah, bahwa jika ada tiga orang bepergian hendaknya mengangkat salah seorang pemimpin di antara mereka,” sebutnya.

“Dalam hadist lain juga disebutkan HR Muslim bahwa barangsiapa yang mati dan di lehernya tidak ada bai’at, maka dia mati dalam keadaan jahiliyah,” sambungnya.

Kedua hadit tersebut, kata dia, sudah menjelaskan tentang pentingnya mengangkat pemimpin. Dan pilkada langsung adalah metode yang bangsa ini lakukan dalam proses mengangkat pemimpin, baik itu kepala daerah hingga presiden.

Menurutnya, segala persoalan yang muncul di lapangan seperti halnya komplain, aduan dan protes adalah hak bapaslon serta tim. Tapi, harus pula sesuai regulasi dengan tidak membuat statement yang dapat memicu polemik baru di masyarakat.

“Mari kita berdemokrasi dengan baik. Mari kita bersama-sama menjaga proses demokrasi kita. Protes, kritikan, komplain dan bentuk penolakan atas apa yang terjadi dalam tahapan yang ada, harus diselesaikan dengan mekanisme yang ada,” imbuhnya.

Baca: Pilkada Bone, 399 KTP Dukungan Bapaslon Umar-Madeng Terancam TMS

Ia pun menyesalkan jika muncul hal-hal yang dinilai dapat mencederai demokrasi, seperti ajakan, himbauan bahkan penegasan boikot pilkada yang berpotensi akan menimbulkan polemik baru di masyarakat.

“Sakali lagi saya tegaskan, siapapun yang mencoba memboikot pemilukada, maka pertama yang mereka harus hadapi adalah HMI. Mari kita ciptakan pemilukada yang damai dan berbudaya untuk kita semua,” pungkas Sabir.

Seperti diwartakan, Naim mengungkapkan kekecewaannya karena pendukung Umar-Madeng mendapat intimidasi saat verifikasi faktual di tingkat desa/kelurahan.

“Saya sempat bersitegang dengan oknum kepala desa dan saya dipanggilkan massa, karena kepala desa ini melarang warganya yang mendukung Umar-Madeng untuk ikut verifikasi faktual,” kata Naim, dilansir rakyatku.com, Kamis (15/2).

Tak hanya itu, Naim juga memprotes 40 persen dukungan yang diklaim sudah diverifikasi. “Tentu kami sangat merasa dirugikan dengan adanya hal ini. Ini sudah mencederai demokrasi kita. Kami akan boikot batalkan verifikasi dengan menarik LO kami, dan memboikot Pilkada di Bone,” ancam Naim.

Tonton juga video-video menarik di bawah ini:

VIDEO: Wartawan Independen Bone Libatkan Ribuan Orang dalam Pelaksanaan Baksos

ekspos tv

VIDEO: VIDEO: Sabu Seberat 43,4 Gram Asal Kaltim Gagal Beredar di Bone

ekspos tv

VIDEO: Kisruh Pilkada Bone, Umar-Madeng Lapor KPU ke Polisi

ekspos tv

Reporter : Abdullah    Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%100%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0