PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Mengenal Filariasis, Bontang Bukan Daerah Rawan Filariasis

Home Berita Mengenal Filariasis, Bont ...

Mengenal Filariasis, Bontang Bukan Daerah Rawan Filariasis
Fitriawaty Jusuf (IST)

EKSPOSKALTIM, Bontang - Meski tidak mematikan, penyakit kaki gajah atau filariasis adalah salah satu penyakit yang sulit diatasi.

Pasalnya, kaki atau anggota tubuh lain yang membesar tidak dapat disembuhkan, yang bisa dilakukan hanyalah mencegah agar tak terjadi kondisi yang fatal. Seperti kecacatan.

Berita Terkait: Berobat Kaki Gajah Gratis

Fitriawaty Jusuf, Kepala Puskesmas Bontang Selatan II, menjelaskan penyakit kaki gajah adalah golongan penyakit menular yang disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk.

“Jagi, didalam tubuh penderita kaki gaja ada cacing,” jelas Fitiri, panggilan akrabnya, kepada Ekspos Kaltim, Selasa (5/11/2017).

Penyakit kaki gajah, kata Fitiri, bersifat kronis, alias menahun. Bila tidak segera mendapatkan pengobatan, dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan hingga alat kelamin.

“Kalau sudah timbul gejala-gejala penyakit, seperti panas-dingin, harus segera diperiksa. Apalagi jika kaki sudah mulai membengkak, segera bawa ke instansi-instansi kesehatan,” jelas perempuan berkerudung itu.

Ditanya mengenai penderita penyakit gajah di Bontang, dia menuturkan, penderita kaki gajah di Kota Taman masih sangat minim. Bahkan, di wilayah Bontang Selatan nyaris belum ada kabar maupun penderita filariasis.

Baca Juga: Musim Hujan Rawan Penyakit, DKKB Bontang Siapkan Pelayanan Kesehatan

Sebab, terang dia, Bontang bukan merupakan daerah endemis tempat berkembang biaknya nyamuk-nyamuk pembawa cacing filaria.

“Bontang kan termasuk kota pendatang. Jadi, besar kemungkinan, jika ada yang terkena penyakit kaki gajah datangnya dari pendatang yang membawa virus itu masuk kesini (Bontang),” terangnya.

Dia mebeberkan, berdasarkan data Kementrian Kesehatan (Kemenkes) pada 2015 lalu, provinsi dengan kasus filariasis tertinggi di Indonesia, yakni, Nusa Tenggara Timur (NTT), Aceh serta Papua Barat.

“Sedangkan Jabar (Jawa Barat) berada di posisi ke empat dengan kasus filariasis tertinggi di Indonesia,” tukasnya. (adv)

Tonton juga video-video menarik di bawah ini:

VIDEO: Cycling Tour Semarakkan Erau Pelas Benua Kota Bontang

ekspos tv

VIDEO: Diskominfotik Bontang Dapat Kunjungan dari Komisi Informasi Kaltim

ekspos tv

VIDEO: Pembukaan Pesta Laut Bontang Kuala 2017

ekspos tv


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :