EKSPOSKALTIM, Samarinda - Anggota Komisi 1 DPRD Kaltim Jahidin membantah kabar tak sedap yang disematkan kepadanya.
Sebelumnya ia dikabarkan menolak puluhan demonstran dari kelompok tani Kabupaten Kutai Kartanegara dan mahasiswa Unmul Samarinda, beberapa waktu lalu, di Kantor DPRD Kaltim.
"Saya luruskan kabar itu, sejak pukul 8 pagi saya sudah ada dalam barisan saat demo berlangsung. Saya berniat menerima adek-adek mahasiswa," katanya, di karang paci, Selasa (3/10).
Jahidin geram atas pemberitaan yang memutarbalikkan fakta. Sebab pada pagi itu saat demo berlangsung dirinya satu-satunya anggota dewan yang sudah berada di kantor. Bahkan hadir di tengah-tengah demonstran untuk menerima.
"Saya sendirian di kantor, bahkan saya rela mengundur 3 jam waktu saya untuk berkunjung ketempat keluarga yang sakit pada saat itu," ujarnya.
Ia kecewa atas perlakuan demonstran kepadanya yang tidak menerima niat baiknya untuk memberikan opsi, membahas persoalan secara musyawarah di ruang rapat DPRD Kaltim.
Pedemo justru menolak tawarannya. Bahkan memintanya untuk berdiskusi secara lesehan di aspal, dalam keadaan menggunakan pakaian dinas, dengan alasan pemerintah juga merasakan penderitaan para petani untuk memperjuangkan hak-hak mereka.
"Tidak ada etika dalam demonstrasinya, kan tidak etis seperti itu," tambahnya.
Selama ini, pihaknya mengaku tak menutup mata akan persoalan tersebut. Untuk mengupayakan penyelesaian, DPRD justru sedang dalam pembahasan pembentukan rancangan peraturan daerah (raperda) perkebunan.
Bahkan, pembentukan pansus sudah dilakukan. pembahasa raperda tersebut pun sudah dilaksanakan bersama SKPD terkait.
"Ini untuk melindungi hak-hak para petani di bawah payung hukum," tegasnya.
Sebelumnya diketahui, puluhan petani di Kukar yang tergabung dalam Aliansi Tani Indonesia menggelar unjuk rasa aksi di Karang Paci, Selasa (26/9) lalu.
Baca juga: Puluhan Mahasiswa dan Petani Geruduk Karang Paci
Mereka mengaku merugi sekira miliaran rupiah akibat lahan mereka tak produktif diduga lantaran tercemar aktifitas perusahaan tambang batu bara, yang dilakulan PT KU-1. (adv)

