EKSPOSKALTIM, Bontang - Komisi III DPRD Bontang meminta PT Nindya Karya untuk mengakomodasi pekerja lokal dalam proyek pembangunan rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) Guntung.
"Biar ada keseimbangan, gunakan orang lokal biar tidak terjadi kecemburuan sosial di lingkungan ini," ucap anggota Komisi III DPRD Bontang Rusli saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Rusunawa di Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, Senin (7/8) pagi.
Baca Terkait: Pembangunan Dinilai Lamban, Suhud: Akhir Agustus Bakal Kita Cek Kembali
Ia memandang perlu adanya penambahan pekerja untuk mengejar keterlambatan pembangunan.
Anggota komisi yang membidangi bidang pembangunan ini menyebut kemampuan yang dimiliki warga lokal tidak kalah hebat jika dibandingkan tenaga kerja dari pulau Jawa.
"Ini kan ada keterlambatan progres 18 persen, silakan buka lowongan lewat dinas tenaga kerja untuk penambahan tersebut," ujar Politisi Hanura ini.
Meminjam data PT Nindya Karya kontraktor pelaksana PT Virama Karya, terdapat sedikitnya 60 orang pekerja dalam proyek rusunawa Guntung.Di mana 30 di antaranya didatangkan dari Pulau Jawa.
Sempat terjadi perdebatan kecil dalam sidak yang dilakukan rombongan Komisi III DPRD Bontang pada pagi tadi.
Kontraktor dan konsultan pengawas kerja menyebut, jika tenaga kerja lokal yang terlibat dalam pembangunan rusunawa tidak produktif. Sehingga menyebabkan progres pengerjaan mengalami keterlambatan.
Rudi, Manajer Lapangan PT Nindiya Karya berencana akan melakukan penambahan pekerja sekitar 60 orang guna mengejar ketertinggalan tersebut.
"Agar mengejar target dalam waktu dekat kita akan lakukan penambahan pekerja," kata Rudi. (adv)

