EKSPOSKALTIM, Bontang - Lokasi galian pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Taman di sepanjang Jalan KS Tubun Kelurahan Api-Api, Bontang Utara, Kamis (20/7) pagi disidak jajaran Komisi III DPRD Bontang.
Ketua Komisi III DPRD Bontang Rustam HS mengatakan, sidak dilakukan mengingat tingginya jumlah aduan dari masyarakat yang mengeluhkan adanya aktifitas galian tersebut. Selain itu pengerjaan juga dianggap lamban, sehingga mengganggu para pengguna jalan raya.
Beberapa laporan kecelakaan lalu lintas yang disebabkan galian pipa tersebut juga pernah masuk, kata Rustam. "Sambil pemasangan pipa berjalan, saya sarankan untuk pengecoran kembali secara bertahap, ini kan jalan utama, jadi yang sudah terpasang pipa bisa langsung dicor, daripada nunggu semua terpasang, kasihan masyarakat yang lewat sini sering terjadi kecelakaan," ucap Rustam.
Berkaca dari titik lain lokasi galian yang ada, Komisi III menekankan agar kontaktor segera menuntaskan pengerjaan proyek galian termasuk mengecor kembali lokasi galian seperti sedia kala. "Jangan seperti di lokasi lain, galian sudah selesai dikerjakan terus ditinggalkan, ini pokoknya harus dicor lagi ya," tambah Rusli Ali anggota Komisi III.
Direktur PDAM Suramin yang hadir dalam sidak mengatakan, galian pipa sepanjang 1 Km itu dilakukan untuk membantu masyarakat di beberapa kelurahan untuk mendapat pasokan air bersih yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
"Pipa ini nantinya akan digunakan untuk pendistribusian air bersih dari WTP (water treatment plant) KS Tubun ke beberapa kelurahan seperti Kelurahan Bontang Baru, Api-api, Gunung Elai, dan Bontang Kuala, terkait pengecoran kita dan dinas PU akan melakukan pendampingan," terangnya.
Sekedar diketahui, proyek galian pipa PDAM menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari provinsi, dengan nilai total Rp 6,5 miliar, dengan kontrak pengerjaan dimulai 16 Februari hingga 16 Agustus 2017. (adv)

