EKSPOSKALTIM, Bontang - Gedung Rawa Indah yang berdiri megah di Jalan Ks Tubun yang sejauh ini belum difungsikan kemalingan. Hal itu lantaran minimnya pengawasan di gedung tersebut sehingga beberapa kabel listrik berhasil ditilap maling.
Menanggapi hal tersebut, Komisi III DPRD Bontang dipimpin Rustam HS melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna melihat langsung lokasi kejadian.
Ia menyayangkan hal ini terjadi, sebab sebelumnya kasus pencurian juga pernah terjadi di gedung Graha Pemuda. "Harusnya pemerintah belajar dari pengalaman, dulu gedung Graha Pemuda, sekarang pasar yang belum jadi," kata Rustam geram saat sidak, Kamis (20/7) pagi.
Rustam berharap, agar hal serupa tak terulang. Ia langsung meminta ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Bontang untuk menunjuk unit pelaksana teknis (UPT) pasar untuk menangani bangunan tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Kepala DPUPR Bontang Tavip Nugroho mengatakan penyelesaian pembangunan pasar rawa indah terganjal anggaran. Pasca pencurian, pihaknya akan meminta bantuan dinas pasar untuk membantu mengawasi dan mengamankan lokasi tersebut.
"Sebetulnya sudah kita lakukan pengamanan dengan pemagaran, namun namanya pencurian berarti ada itikad orang untuk melakukan hal kriminal," terangnya. Sejauh ini pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bontang pada pekan lalu. Akibat kejadian ini pemerintah setidaknya harus merugi sekitar Rp 90 juta rupiah. (adv)

